Catatan Lecture Mencatat atau Mengetik

Catatan Lecture: Menulis atau Mengetik dengan Laptop?

Ga kerasa ya udah lama kita ga posting artikel orisinil. Kali ini, dalam tema “catatan lecture: menulis atau mengetik dengan laptop?”, kita akan membahas cara apa sih yang lebih efektif untuk meretain informasi selama lecture.

Baca Juga: Ciri-Ciri Penipuan Lowongan Kerja Dokter

Tentu saja hal ini penting karena dalam kedokteran, kita tuh biasanya pengen banget menangkap semua omongan dosen. Dari titik koma, sampai nafas, sampai “sign sign” khas tertentu semua ingin kita catat. Syukur kalau kalian bisa nulis dengan cepat dan rapi, bagi kebanyakan kaum Adam dan beberapa kaum Hawa lainnya, ini hanya lah mimpi.

Sehingga, alternatif nya adalah ga mencatat sama sekali (Yes, we are looking at you here Nicholas) atau mengetik dengan laptop. Bagi kaum milenial dan Generasi Z, kita sudah terbiasa dengan mengetik. Mungkin kita lebih terbiasa dengan mengetik lebih cepat ketimbang dengan menulis.

Nah, agak berbeda dengan artikel sebelumnya, tulisan kali ini berdasarkan dari sebuah artikel ilmiah yang berjudul “The Pen is Mightier Than the Keyboard: Advantages of Longhand Over Laptop Note Taking”.

Yup, sesuai nama papernya (spoiler), mencatat selama lecture itu lebih bermanfaat ketimbang mencatat nih gaise! Nah, disini kita akan memberikan ringkasan saja ya dari apa sih isi dari artikel ini!

Latar Belakang

Para mahasiswa/i mengaku bahwa laptop itu adalah sumber distraksi, tapi yakin bahwa keuntungan mencatat itu lebih gede manfaatnya ketimbang kerugiannya. Tapi, para professor percaya bahwa laptop itu hanyalah sumber distraksi saja. Ternyata, temuan studi-studi lainnya juga sama lho; menggunakan laptop membuat para mahasiswa/i tidak fokus ketika lecture, menurunkan performa akademik, lebih tidak puas dengan pendidikan mereka ketimbang teman sebaya yang tidak menggunakan laptop.

Fenomena ini dihubungkan dengan pengaruh laptop dalam mendistraksi dan “multitasking”. Spoiler alert: tidak ada yang namanya multitasking. Terdapat dua hipotesa bagaimana caranya mencatat (di sebuah kertas) dapat mempengaruhi pembelajaran: encoding dan external storage. Hipotesa encoding mengatakan bahwa terjadi sebuah proses ketika seseorang mencatat yang meningkatkan retensi saat pembelajaran. Sedangkan hipotesa external storage mengatkaan adanya manfaat untuk meninjau ulang materi yang dicatat (hal ini menjelaskan mengapa catatan orang lain dapat berguna untuk kita, walaupun catatan tersebut tidak ditulis oleh kita).

Penggunaan laptop memfasilitasi transkripsi verbatim, yang secara general menunjukkan proses kognitif yang dangkal. Hal ini disebabkan karena mahasiswa/i hanya mencatat apa adanya tanpa memproses kembali apa yang dikatakan oleh professornya. Namun, kemampuan untuk transkripsi dapat meningkatkan kemampuan external-storage.

Metode dan Hasil

Studi ini memiliki tiga tahapan dengan prosedur dan tujuan yang berbeda. Secara singkatnya:

  1. Pada studi pertama, terdapat dua kelompok, satu mencatat dan satu mengetik. Kemudian, mereka menyelesaikan sebuah tugas yang membutuhkan memori mereka sehingga mereka tidak dapat menghafal atau mengingat apa yang dicatat/ketik. Mahasiswa/i yang menulis memiliki performa yang jauh lebih baik ketimbang mahasiswa/i yang mengetik.
  2. Pada studi kedua, para peneliti ingin melihat apakah dengan menginstruksi para mahasiswa/i yang mengetik untuk “mengetik apa yang penting saja dan tidak mengetik semua kata-kata” dapat mempengaruhi hasilnya. Tidak ditemukan hasil yang berbeda antara mahasiswa yang mendapat instruksi dan tidak mendapatkan instruksi.
  3. Pada studi ketiga, para peneliti ingin melihat apakah kerugian transkripsi verbatim dapat di-offset dengan menulis lebih banyak kata (peningkatan external storage). Hasilnya, yang menulis tetap memiliki performa lebih baik ketimbang mengetik.

Walaupun para mahasiswa/i memiliki satu minggu untuk mempelajari kembali catatan mereka, partisipan yang mengetik memiliki performa lebih buruk untuk konten faktual dan pemahaman konseptual dibandingkan partisipan yang menulis.

Mengapa?

Pada saat kita menulis, kita sebenarnya menggunakan otak kita untuk berfikir apakah yang dicatat itu penting dan apakah kita dapat menuliskan kembali kata-kata tersebut dalam bentuk yang lebih mudah dipahami. Perlu diperhatikan pula bahwa keunggulan menulis hanya dapat muncul ketika terdapat delay antara menulis catatan dan ujian. Skenario yang paling sering muncul bukan? Kecuali pada konteks kuis mendadak ya.

All in all, menulis memiliki keunggulan jauh dibandingkan dengan mengetik. Namun, perlu diperhatikan ini adalah dalam konteks lecture. Temuan ini tidak dapat digeneralisir pada konteks lainnya seperti mengetik catatan di rumah. Karena, membuat catatan dengan laptop (tentu saja dengan anggapan kita tidak copy paste blindly) memiliki keuntungan sendiri yaitu kita dapat memasukkan gambar dengan lebih gampang, mengkonsolidasi beberapa poin dari beberapa sumber, dan efisiensi yang lebih cepat.

Bagaimana pendapat kalian? Cantumkan di kolom komentar ya! Sementara, sekian dulu untuk post “Catatan Lecture: Menulis atau Mengetik dengan Laptop?”.

Jangan lupa untuk mengikuti instagram kami di @koas2doctor dan dengarkan podcast kami di platform manapun itu and we will see you guys soon! Bye!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish