Disclaimer: Rumah Sakit Siloam dan Rumah Sakit Awal Bros tidak melakukan penipuan lowongan kerja. Terdapat sebuah institusi yang mengatas namakan dirinya dari Rumah Sakit Siloam/Rumah Sakit Awal Bros dan melakukan penipuan lowongan kerja dokter dan juga untuk tenaga medis lainnya.
Baca Juga: Anak Fakultas Kedokteran Harus Jago Menghafal?
Gua akan menceritakan pengalaman gue yang hampir tertipu dengan lowongan kerja yang ada di luar sana. Konten ini digunakan sebagai bahan edukasi supaya tidak ada teman sejawat yang terjebak dalam hal yang sama.
Jadi, gua baru saja lulus internship di awal bulan November. Setelah itu, SIP dokter gua turun di bulan Desember. Auto gua langsung cari lowongan kerja dong ya kan. Nah, setelah di Linkedin tidak begitu memuaskan dan di telegram ga ada lowongan kerja di Jambi, maka gua mencoba untuk mencari peruntungan di Google.
Dengan mengetikkan query “lowongan rumah sakit jambi” gua menemukan beberapa hits. Paling notabene adalah lowongan di Rumah Sakit Siloam (RSS) dan Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Mulai disini, gua sudah merasa janggal.
Rumah Sakit Awal Bros tidak punya cabang di Jambi. Lalu, kenapa mereka buka lowongan di Jambi?
Gua pun mengisi google form dari link yang diberikan untuk lowongan Rumah Sakit Siloam tanpa berfikir panjang, gua juga mengisi yang untuk Rumah Sakit Awal Bros untuk mencari tahu kenapa bisa ada lowongan ini.
Untuk Google Form yang perlu diisi, tidak ada yang begitu aneh dari pengisiannya. Tidak meminta upload foto, upload KTP, ataupun yang lain-lain. Namun, untuk sebuah perusahaan yang besar seperti RSS dan RSAB, tentu aneh bagi gue untuk mereka menggunakan Gform standard.
Selang sebulan, mereka mengirimkan email surat panggilan interview kerja. Anehnya?
Tidak ada isi body email. Hanya satu file attachment Microsoft Word.
Selang beberapa menit, email kedua dikirim dan kali ini ada file pdf yang juga tidak ada body email.
Now, berikut adalah tampilan dari isi surat microsoft word tersebut. Kalian bisa melihat dulu sebentar dan apa impresi kalian terhadap ini?
Now, ada banyak sekali red flag dari surat ini. Contoh beberapa yang paling kentara adalah:
- Pengunaan logo Siloam yang salah
- Ukuran font yang berbeda, terutama pada tanggal (yang konstan diganti)
- Pengunaan file Microsoft Word yang membuat semua tulisan berdempet dan terkesan sangat tidak profesional
- Pernyataan “Lulus” dari seleksi tahap pertama ketika satu-satunya hal yang gua lakukan adalah mengisi Google Form
- Nomor Kop Surat yang semuanya berupa angka (Kop Surat biasanya ada kombinasi alfabet)
- Nama yang menandatangani surat tidak memiliki Linkedin atau bahkan namanya tidak muncul di Google (Ketika dicari, malah ketemu seorang akademisi yang notabene seorang Professor yang tidak berafiliasi dengan Siloam)
- Typo
Nah, tapi the biggest red flag nya belum muncul nih disini. Sebenarnya kalau kalian jeli membaca tabelnya, kalian akan paham dengan maksud gua apa disini. Tapi, untuk lebih jelas, gua screenshot kan bagian yang menjelaskan mengapa ini adalah penipuan.
Kalau kalian jeli, email tersebut dikirimkan pada tanggal 3 Januari 2022, peserta harus “check in” pada tanggal 5 Januari 2022. Dalam dua hari, peserta harus ada di Tangerang. Yes, semua orang harus ke Tangerang despite gua melamar ke Siloam Hospitals Jambi.
Fishy? This is just the beginning.
Mereka memanfaatkan psikologis bahwa susah bagi tenaga kesehatan untuk mencari kerja, terlebih lagi di Siloam. Dengan memanfaatkan psikologis bahwa “waktu kalian terbatas loh”, mereka akan menarik kita-kita yang gullible untuk actually memesan tiket dari mereka
Pertanyaannya, kenapa ada Lion Air random muncul disini? Kenapa dari melamar Siloam jadi random ada Lion Air? Hubungannya apa?
Disini lah scam ini terjadi.
You see, yang namanya scam pasti membutuhkan pihak penipu untuk mendapatkan uang. Dari skema yang gua jabarkan di atas, tidak ada mekanisme yang dapat membuat mereka untuk mendapatkan uang. Nah, Lion Air ini lah yang menjawab permasalahan keuangan tersebut.
Jadi, mereka mengharuskan kita untuk membeli tiket Lion Air dikarenakan “Siloam sudah bekerja sama dengan Lion Air dan pihak perhotelan”.
Loh, gue kan mau interview, masa gua bayar?
Di surat tersebut, mereka mengatakan bahwa “uang akan dikembalikan saat peserta tiba di Siloam”.
Kalau memang direimburse, kenapa ga dari awal aja dibayarin?
But I digress here.
Nah, dengan model scam seperti ini, tentu saja orang-orang yang “lulus tahap pertama” adalah orang-orang yang jauh dari Tangerang. Pada saat gue menerima surat ini, ada 90 orang yang mendaftar, paling dekat berdomisili di Jakarta Selatan sebanyak 2 orang dan ada yang sejauh Timika Papua. Ada yang asalnya dari Bekasi, Bandung, dll sehingga tidak perlu tiket pesawat tapi mayoritas adalah orang-orang yang membutuhkan tiket pesawat.
Kenapa gua tidak menunjukkan listnya? Karena namanya adalah nama orang-orang “real”.
Kemudian, nomor whatsapp tim recruitment yang tertera. Silahkan saja diketikkan namanya ke google, dan ini yang akan kalian temukan.
Bila link itu diklik, maka akan muncul sebuah pdf dengan format persis seperti microsoft word yang gua terima dan ditengah-tengahnya muncul label “HOAX”. Apparently, penipuan seperti ini sudah mentarget perusahaan lain, termasuk BRI.
That’s a huge warning sign.
Kemudian, coba aja cocokan nomor telfonnya dengan aplikasi pengecek nomor telfon seperti GetContact. Maka, nomor yang muncul akan beda namanya dengan yang tertera. Selain itu, email resmi recruitment berdasarkan situs resmi siloam adalah recruitment@siloamhospitals.com. Bahkan siloam sudah mengakui maraknya penipuan mengatasnamakan siloam melalui post facebook mereka.
Kalau kita tidak mengirimkan WA, maka kita akan mendapatkan SMS seperti ini (Gua tau itu dari Awal Bros, dan gua tidak menampilkan surat dari Awal Bros karena mirip sekali jadi gua tampilkan aja Siloam. Untuk SMS, kayaknya yang dari Siloam udah kehapus karena ga nemu instead gua nemu yang Awal bros).
Yes, at this time of age, SMS. Friking SMS.
Yang parahnya lagi, red flags terus berkembang pas gua ngebuka pdf mereka yang berisi undangan calon karyawan.
Yang pertama, itu materai screenshot gambar. SCREENSHOT GAMBAR. Forget the fact itu materai masih 6000 tok. ITU MATERAI GAMBAR, BUKAN HASIL SCAN.
Bagi kalian yang masih ga tau cara bedaiin gambar dan asli hasil scan, materai di setiap sisinya ada gerigi-gerigi nya bekas dari beli satuan.
Yang kedua, kan tiket pesawat di awal itu disuruh ke Tangerang yak, kenapa tempat lokasi jadi di Jakarta Selatan (?) Kalaupun gua menginput alamat yang ada di kop surat di file Microsoft Word, maka yang muncul adalah ini.
Dari gambarnya, kelihatan seperti Rumah Sakit Siloam ga? Of note, bagi kalian yang baru pertama kali masuk ke Koas2Doctor, gua FK di UPH Karawaci, Koas di Siloam Karawaci. Enam tahun gua disana. Gua tau ini lokasi dimana, tempat halte bis gua ke Semanggi untuk S2. Bukan lokasi RS Siloam.
Jadi, main takeawaysnya apa disini?
Satu, ini adalah penipuan lowongan kerja dokter. Bagi tenaga kerja, mohon sangat berhati-hati dengan penipuan bermoduskan harus membeli tiket pesawat dalam waktu yang sangat singkat. Terutama apabila semua pesertanya rerata berasal dari tempat yang jauh.
Kedua, perhatikan red flags dari penipuan lowongan kerja dokter. Tanda-tanda bahwa ini adalah penipuan lowongan kerja dokter adalah sebagai berikut (namun tidak terbatas pada ini saja):
- Pengiriman email tidak profesional
- Pengirim email tidak sesuai dengan email resmi yang tertera dari media sosial perusahaan tersebut
- Memanfaatkan waktu respons yang mendadak untuk memainkan psikologi kita
- Adanya keharusan untuk membeli tiket wajib dari vendor mereka
- Nomor whatsapp dan nama contact person tidak dapat dicari di Google atau Media Sosial Profesional seperti Linkedin
- Alamat perusahaan tidak sesuai ketentuan
- Apabila pencarian lebih lanjut mengarahkan kita bahwa sudah ada motif scam seperti ini sebelumnya
- Dokumen tidak rapi
- Materai masih menggunakan materai 6000
- Dikirimkan SMS untuk memastikan bahwa kita akan datang (Of note, gua masih dikirimkan SMS dari “RS Awal Bros” walaupun gua hanya mengisi Google Form sekali saja).
Yang ketiga, diskusikan dulu dengan teman terdekat atau keluarga untuk membantu menenangkan dan meluruskan pikiran kita. Dengan menceritakan apa yang terjadi, barulah kita bisa sadar bahwa ternyata ini semua mungkin saja tidak benar (scam).
Side note, pada malam yang sama disaat gua menerima email tersebut, ada satu orang yang gua ga kenal mengirimkan DM instagram karena dia menemukan nama gue di Microsoft Word itu. Gua menjabarkan apa yang gua pikirkan (kurang lebih dengan yang diatas). Namun, dia tidak begitu yakin bahwa ini adalah scam.
Why?
Cause we still hope that it’s real. That I am actually hindering her to get a job.
Semudah itu lah tenaga medis dipermainkan. Padahal, kita memang benar-benar membutuhkan pekerjaan.
Bagi kalian yang bertanya-tanya, tenang aja gua ga jatuh ke dalam scam ini.
Sekian dulu post mengenai penipuan lowongan kerja dokter, semoga ini dapat menjadi post yang bermanfaat bagi kita semua. Jangan lupa untuk memfollow instagram kami di @koas2doctor dan dengarkan juga podcastnya ya! Until then, Goodbye dan take care!
Note: bagi kalian yang mau melihat contoh word atau pdfnya, just leave a comment atau email kami di koasdoct@gmail.com ya! Kalau sudah kirim email, tolong jangan lupa comment juga karena mimin jarang banget cek email hehe
