<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menuju Fakultas Kedokteran Archives - Koas2Doctor</title>
	<atom:link href="https://koas2doctor.com/id/category/menuju-fakultas-kedokteran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koas2doctor.com/id/category/menuju-fakultas-kedokteran/</link>
	<description>Mentor Anda Dalam Menghadapi Dunia Kedokteran</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Nov 2021 05:05:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.12</generator>

<image>
	<url>https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-FAVICON-BENER-32x32.png</url>
	<title>Menuju Fakultas Kedokteran Archives - Koas2Doctor</title>
	<link>https://koas2doctor.com/id/category/menuju-fakultas-kedokteran/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pentingnya Email Mahasiswa Fakultas Kedokteran</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/pentingnya-email-mahasiswa-fakultas-kedokteran/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/pentingnya-email-mahasiswa-fakultas-kedokteran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2021 05:05:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Menuju Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Email]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=736</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalian pernah ga sih dikasih email khusus untuk fakultas kedokteran dan bertanya tanya pentingnya apa sih? Sebagai mahasiswa/i fakultas kedokteran, email sendiri aja kadang jarang dipakai, apalagi email dari fakultas. Nah, disini kita mau ngebahas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/pentingnya-email-mahasiswa-fakultas-kedokteran/">Pentingnya Email Mahasiswa Fakultas Kedokteran</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalian pernah ga sih dikasih email khusus untuk fakultas kedokteran dan bertanya tanya pentingnya apa sih? Sebagai mahasiswa/i fakultas kedokteran, email sendiri aja kadang jarang dipakai, apalagi email dari fakultas. Nah, disini kita mau ngebahas tentang pentingnya email mahasiswa fakultas kedokteran!</p>



<p>Ini sih sebenarnya lebih relevan untuk mahasiswa/i fakultas kedokteran pre pandemi ya. Mengapa? Karena zaman kami (ya elah kayak tua banget) belum terlalu membutuhkan tuh yang namanya email-emailan.</p>



<p>Butuh apa-apa? Kan ketemu langsung. Mau kirim file? Lewat line aja kali atau google drive kalau gede.</p>



<p>Email sendiri aja jarang dipakai. Email Fakultas Kedokteran? Apaan yak email gue? Emang ada?</p>



<p>Paling itu respons yang akan kalian dapatkan dari kami. Sampai akhirnya negara api menyerang.</p>



<p>Pandemi COVID-19 menyebabkan para murid harus online. Apa akibatnya? Semua file dikirim secara daring, dari link zoom meeting/Microsoft Teams/Webex hingga ke tugas-tugas yang diperlukan. Biasanya, akses hanya dikirim melalui email masing-masing mahasiswa/i fakultas kedokteran. Karena apa? Email tersebutlah yang diregistrasi oleh admin kampus masing-masing.</p>



<p>Setiap instansi memiliki subscription yang berbeda-beda sehingga email mahasiswa/i sangat penting untuk diingat karena itu akan menentukan akses masuk ke tugas dan juga link zoom kelas.</p>



<p>Selain itu, apa lagi sih kepentingannya?</p>



<p>Email mahasiswa/i meningkatan kredibilitas dari mahasiswa/i tersebut. Akibat pandemi, penipuan pun juga beralih secara daring sehingga data pribadi seperti identitas, nomor telfon, ataupun email dapat diperoleh secara mudah. Namun, email mahasiswa/i lebih susah untuk ditiru karena email yang dibuat khusus dari universitas merupakan email professional yang menandakan identitas kita sebagai pelajar.</p>



<p>Terus, faedahnya apa?</p>



<p>Apabila kalian seorang researcher atau ingin berusaha untuk mengumpulkan responden, pengiriman dengan menggunakan email professional akan membuat kalian semakin legit karena less likely email kalian akan dianggap sebagai sebuah usaha penipuan.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/permasalahan-jasa-isi-kuesioner/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Permasalahan Jasa Isi Kuesioner</a></p>



<p>Yang terakhir, <em>it’s always nice to have a back up for everything</em>, including email. Jadi, kalau email utama kalian down karena alasan apapun itu, email resmi ini bisa digunakan untuk link backup mengirimkan password atau apapun itu kedepannya.</p>



<p>Sekian dulu postingan singkat mengenai pentingnya email mahasiswa fakultas kedokteran. Apabila kalian ada topik yang ingin kami bahas, jangan lupa untuk sampaikan di kolom komentar ya! Seperti biasa, follow instagram kami di <a href="https://www.instagram.com/koas2doctor/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@koas2doctor</a>!</p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/pentingnya-email-mahasiswa-fakultas-kedokteran/">Pentingnya Email Mahasiswa Fakultas Kedokteran</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/pentingnya-email-mahasiswa-fakultas-kedokteran/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alasan Masuk Fakultas Kedokteran UPH</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/alasan-masuk-fakultas-kedokteran-uph/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/alasan-masuk-fakultas-kedokteran-uph/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2021 15:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Menuju Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[FK UPH]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=715</guid>

					<description><![CDATA[<p>Why UPH? Kenapa sih? Apa alasan gue untuk masuk Fakultas Kedokteran UPH? Ah yes, the (literally) multi-million (rupiah) question. Kenapa si gw dulu memutuskan buat masuk ke fakultas kedokteran di UPH? Disini gw bisa mengeluarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/alasan-masuk-fakultas-kedokteran-uph/">Alasan Masuk Fakultas Kedokteran UPH</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Why UPH? Kenapa sih? Apa alasan gue untuk masuk Fakultas Kedokteran UPH?</p>



<p><em>Ah yes</em>, the (<em>literally</em>) <em>multi-million</em> (rupiah) question.</p>



<p>Kenapa si gw dulu memutuskan buat masuk ke fakultas kedokteran di UPH?</p>



<p>Disini gw bisa mengeluarkan segala jenis cerita seperti:</p>



<p>“Karena UPH itu memiliki fasilitas yang lengkap”</p>



<p>“Karena kurikulum yang dijanjikan dengan bahasa Inggris sepertinya menjanjikan, terutama karena ilmu di dunia kedokteran pasti kebayakan menggunakan bahasa inggris.”</p>



<p>“Karena gw denger di UPH pengajarnya itu mengambil dari lulusan2 terbaik UI dan mereka sangat mengayomi mahasiswa”</p>



<p>“Karena environment di UPH mendukun untuk belajar. Tanpa adanya senioritas &#8211; senioritas yang mungkin bisa menghambat proses belajar”</p>



<p>“Karena UPH punya koneksi langsung ke Siloam”</p>



<p>Dan hal &#8211; hal lainnya yang bisa menjadi suatu justifikasi gw masuk ke UPH sebagai suatu universitas yang unggul dan memang dari awal gw incer.</p>



<p>Tapi ya <em>let’s be honest</em>.</p>



<p>Gua dulu masuk ke UPH karena memang gw belum cukup beruntung maupun rajin untuk bisa diterima di universitas negeri seperti UI.</p>



<p>Kenapa gw bilang gw belum cukup rajin? karena ya memang gw selama di SMA itu bukan murid yang pintar ataupun berprestasi.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/84-fakultas-kedokteran-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">84 Fakultas Kedokteran Indonesia</a></p>



<p>Boro &#8211; boro berprestasi, saking ga pernah belajarnya bahkan pernah terancam ga naik kelas.</p>



<p>Yah walaupun saat di kuliah gw membuktikan bahwa memang saat SMA itu gw bukan bodoh tapi hanya malas, tetapi tetap saja faktanya saat itu gw memang “bodoh” dan tidak berprestasi sehingga ya gw ga diterima masuk ke universitas favorit.</p>



<p>Lalu apakah gw bilang bahwa masuk ke UPH itu mudah?</p>



<p>Mungkin jika dibandingkan dengan masuk ke universitas negeri pilihan, karena 1 dan lain hal YA memang masuk ke UPH dan semua universitas swasta lainnya pasti lebih mudah.</p>



<p>Tapi ini bukan berarti masuknya tidak ada tes dan seleksi yang cukup ketat.</p>



<p>Tetapi memang yang namanya keberuntungan itu selalu ada.</p>



<p>Gua yang selama di SMA tidak pernah belajar ini untungnya sepertinya punya bakat lebih sedikit hanya di pelajaran biologi dan bahasa inggris.</p>



<p>Mungkin kalau seperti game diberikan status, status gw seperti ini:</p>



<p>Matematika&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 30</p>



<p>Fisika               : 50</p>



<p>Kimia&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 50</p>



<p>Bahasa Inggris : 90</p>



<p>Biologi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 90</p>



<p>Dengan status gitu, pastinya di tes &#8211; tes SBMPTN dan tes ujian masuk universitas manapun gw susah masuk.</p>



<p>Tapi entah kenapa, hanya di UPH ini yang penilaiannya berbeda.</p>



<p>Mereka mengambil 50% pointnya dari nilai bahasa inggris</p>



<p>30% dari biologi</p>



<p>Dan sisanya untuk matematika, kimia, dan fisika.</p>



<p>Jadi disaat orang &#8211; orang kesulitan dengan ujian di UPH, gw malah menganggap ujiannya sangat menyenangkan.</p>



<p>Nilai gw bahkan cukup untuk mendapat tawaran beasiswa di UPH (nantinya gw tahu ini jebakan betmen).</p>



<p>INTINYA.</p>



<p>Kalau ditanya apakah UPH merupakan pilihan pertama gw dulu?</p>



<p>Antara ya dan tidak.</p>



<p>Ya benar gw tergoda dengan fasilitas kampus UPH yang memang TERLIHAT bagus sekali.</p>



<p>Tidak karena memang <em>let’s be honest</em> sebagai anak SMA yang ga tau apa2 tentang dunia perkuliahan, apalagi kedokteran… pasti impian pertama adalah mendapat FK di universitas negeri yang ternama.</p>



<p>Tapi apakah gw menyesali gw masuk UPH?</p>



<p>Ga juga sih.</p>



<p>Karena setelah gw masuk UPH ya gw jg secara objektif melihat bahwa kampus gw ini ternyata ga separah yang orang2 bilang kok.</p>



<p>Ternyata ga cuman kampus yang bisanya memproduksi lulusan2 yang manja dan hanya mengandalkan uang orang tuanya.</p>



<p>Ternyata memang disini banyak banget mahasiswa2 yang rajin dan pintar.</p>



<p>Yang bahkan setelah gw menjalani lbih dari 7 tahun bersama UPH, gw bisa bilang dengan pede bahwa selain fasilitas, tetapi metode belajar dan kepintaran mahasiswa serta lulusannya ga kalah dengan universitas negeri andalan manapun.</p>



<p>So apakah gw menyarankan kalian masuk UPH?</p>



<p>Secara bias dan subjektif gw: kalau kalian memang diberikan kesempatan, ya boleh kok masuk ke UPH.</p>



<p>Sekarang UPH akreditasi sudah A juga. jadi kalau untuk berlomba dengan univ lain (terutama yang sama &#8211; sama swasta) fakultas kedokteran UPH bisa sangat bersaing.</p>



<p>Kalau kalian juga ga suka dengan budaya senioritas, gw juga bisa menjamin disini ga ada budaya itu.</p>



<p>Koas ga mau di lempar2 ke daerah? di UPH juga bisa memberi itu.</p>



<p>*dan sedikit rahasia ya</p>



<p>Pas tahun gw (DI BOLD YA <strong>PAS TAHUN GW)</strong></p>



<p><strong>Bahkan biaya kuliah di UPH sama atau lebih rendah dibandingkan dengan biaya kuliah kedokteran di universitas swasta lainnya.</strong></p>



<p>Dan pesan terakhir gw:</p>



<p>Apapun itu fakultasnya…<em>smart people will be smart but lazy and dumb people willl stay that way</em></p>



<p><em>On that note</em>, kayaknya post ini udah cukup panjang….</p>



<p>Jadi, sekian dulu post tentang alasan gue untuk masuk Fakultas kedokteran UPH. Sampai jumpa lagi di post berikutnya ya gengs dan jangan lupa untuk memfollow instagram kita ya di <a href="https://www.instagram.com/koas2doctor/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@koas2doctor</a>!</p>



<p>Ciao</p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/alasan-masuk-fakultas-kedokteran-uph/">Alasan Masuk Fakultas Kedokteran UPH</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/alasan-masuk-fakultas-kedokteran-uph/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>84 Fakultas Kedokteran Indonesia</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/84-fakultas-kedokteran-indonesia/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/84-fakultas-kedokteran-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2021 14:29:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Menuju Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=707</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halo K2Ders! Bagi kalian yang bingung mau mendaftar di fakultas kedokteran yang mana, disini kita akan membagi list 84 daftar fakultas kedokteran yang ada di Indonesia! Baca Juga: Buat Yang Baru Lulus SMA – Yakin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/84-fakultas-kedokteran-indonesia/">84 Fakultas Kedokteran Indonesia</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halo K2Ders! Bagi kalian yang bingung mau mendaftar di fakultas kedokteran yang mana, disini kita akan membagi list 84 daftar fakultas kedokteran yang ada di Indonesia!</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/buat-yang-baru-lulus-sma-yakin-mau-fakultas-kedokteran/">Buat Yang Baru Lulus SMA – Yakin Mau Fakultas Kedokteran?</a></p>



<ol type="1"><li><a href="https://univrab.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Abdurrab (UNIVRAB), Pekanbaru</a></li><li><a href="http://abulyatama.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Abulyatama, Aceh Besar</a></li><li><a href="https://uad.ac.id/en/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta</a></li><li><a href="https://www.unair.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya</a></li><li><a href="https://unisapalu.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Alkhairaat (UNISA), Palu</a></li><li><a href="https://unand.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Andalas (UNAND), Padang</a></li><li><a href="https://www.unbrah.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Baiturrahmah (UNBRAH), Padang</a></li><li><a href="https://www.univbatam.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Batam, Batam</a></li><li><a href="https://www.unib.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Bengkulu (UNIB), Bengkulu</a></li><li><a href="https://universitasbosowa.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Bosowa, Makassar</a></li><li><a href="https://ub.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Malang</a></li><li><a href="https://www.uncen.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Cenderawasih (UNCEN), Jayapura</a></li><li><a href="https://www.uc.ac.id/en/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Ciputra Surabaya, Surabaya</a></li><li><a href="https://www.undip.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang</a></li><li><a href="https://www.ugm.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta</a></li><li><a href="https://gunadarma.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Gunadarma, Jakarta</a></li><li><a href="https://www.uho.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari</a></li><li><a href="https://hangtuah.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Hang Tuah, Surabaya</a></li><li><a href="https://unhas.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Hasanudin (UNHAS), Makassar</a></li><li><a href="https://uhn.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas HKBP Nommensen (UHN), Medan</a></li><li><a href="https://www.ui.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Indonesia (UI), Jakarta</a></li><li><a href="http://unizar.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Islam Al-Azhar Mataram (UNIZAR), Mataram</a></li><li><a href="https://www.unisba.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Islam Bandung (UNISBA), Bandung</a></li><li><a href="https://www.uii.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta</a></li><li><a href="https://unisma.ac.id/en/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Islam Malang (UNISMA), Malang</a></li><li><a href="https://www.uin-alauddin.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar</a></li><li><a href="https://www.uinjkt.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta</a></li><li><a href="http://unissula.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang</a></li><li><a href="https://www.uisu.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan</a></li><li><a href="https://www.unja.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Jambi (UNJA), Jambi</a></li><li><a href="https://unej.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Jember (UNEJ), Jember</a></li><li><a href="https://www.unjani.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), Cimahi</a></li><li><a href="https://unsoed.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto</a></li><li><a href="https://www.atmajaya.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta</a></li><li><a href="https://ukwms.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Katolik Widya Mandala (UKWMS), Surabaya</a></li><li><a href="https://unkhair.ac.id/en/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Khairun, Maluku</a></li><li><a href="https://www.ukdw.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta</a></li><li><a href="https://www.uki.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta</a></li><li><a href="https://www.ukrida.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Jakarta</a></li><li><a href="http://www.maranatha.edu" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Kristen Maranatha, Bandung</a></li><li>Univ<a href="https://ulm.ac.id/id/category/penerimaan-mahasiswa-baru/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">ersitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin</a></li><li><a href="https://www.unila.ac.id/en/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Lampung (UNILA), Bandar Lampung</a></li><li><a href="http://malahayati.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Malahayati, Bandar Lampung</a></li><li><a href="https://unimal.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Aceh Utara</a></li><li><a href="https://unram.ac.id/profil/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Mataram (UNRAM), Nusa Tenggara Barat</a></li><li><a href="https://www.methodist.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Methodist Indonesia, Medan</a></li><li><a href="https://www.umj.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jakarta</a></li><li><a href="https://pmb.unismuh.ac.id/profil" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar, Jakarta</a></li><li><a href="https://pmb.umm.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muhammadiyah Malang, Malang</a></li><li><a href="https://www.um-palembang.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muhammadiyah Palembang, Palembang</a></li><li><a href="https://ump.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Purwokerto</a></li><li><a href="https://unimus.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Semarang</a></li><li><a href="https://www.umsu.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan</a></li><li><a href="https://www.um-surabaya.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya</a></li><li><a href="https://www.ums.ac.id/en/home/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta</a></li><li><a href="https://www.umy.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta</a></li><li><a href="https://unmul.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Mulawarman (UNMUL), Samarinda</a></li><li><a href="https://umi.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar</a></li><li><a href="https://unusa.ac.id/en/nu-university-of-surabaya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Surabaya</a></li><li><a href="https://undana.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Kupang</a></li><li><a href="https://www.unpad.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung</a></li><li><a href="https://www.upr.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Palangka Raya, Palangka Raya</a></li><li><a href="https://www.unpatti.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Pattimura (UNPATTI), Ambon</a></li><li><a href="https://www.uph.edu/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang</a></li><li><a href="https://www.upnvj.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN), Jakarta</a></li><li><a href="https://undiksha.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), Bali</a></li><li><a href="http://unprimdn.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Prima Indonesia, Medan</a></li><li><a href="https://unri.ac.id/en/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Riau (UNRI), Pekanbaru</a></li><li><a href="https://www.unsrat.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Manado</a></li><li><a href="https://uns.ac.id/en/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta</a></li><li><a href="https://unsri.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Sriwijaya (UNSRI), Palembang</a></li><li><a href="https://www.usu.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Sumatera Utara (USU), Medan</a></li><li><a href="https://ubaya.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Surabaya (UBAYA), Surabaya</a></li><li><a href="https://ugj.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon</a></li><li><a href="https://unsyiah.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH), Banda Aceh</a></li><li><a href="https://untad.ac.id/en/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Tadulako, Palu</a></li><li><a href="https://www.untan.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Tanjungpura, Pontianak</a></li><li><a href="http://untar.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Tarumanegara (UNTAR), Jakarta</a></li><li><a href="https://info.trisakti.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Trisakti, Jakarta</a></li><li><a href="https://www.unud.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Udayana (UNUD), Denpasar</a></li><li><a href="http://www.unwahas.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Wahid Hasyim, Semarang</a></li><li><a href="http://www.warmadewa.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Warmadewa, Denpasar</a></li><li><a href="https://www.uwks.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya</a></li><li><a href="https://www.yarsi.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Yarsi, Jakarta</a></li></ol>



<p>Semoga 84 list fakultas kedokteran di Indonesia ini berguna untuk kalian ya! Jangan lupa untuk memfollow instagram kami di <a href="https://www.instagram.com/koas2doctor/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@koas2doctor</a>, but otherwise we’ll see you guys soon!</p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/84-fakultas-kedokteran-indonesia/">84 Fakultas Kedokteran Indonesia</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/84-fakultas-kedokteran-indonesia/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi Buku Fisiologi Untuk Mahasiswa Kedokteran</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/rekomendasi-buku-fisiologi-untuk-mahasiswa-kedokteran/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/rekomendasi-buku-fisiologi-untuk-mahasiswa-kedokteran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2021 08:11:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Menuju Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[koas]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Rekomendasi]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=675</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah kami menemukan bahwa rekomendasi buku anatomi untuk mahasiswa baru merupakan salah satu post yang cukup banyak dibaca, maka kami memutuskan untuk melanjutkan series ini dengan mengenalkan kalian dengan rekomendasi buku fisiologi untuk mahasiswa baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/rekomendasi-buku-fisiologi-untuk-mahasiswa-kedokteran/">Rekomendasi Buku Fisiologi Untuk Mahasiswa Kedokteran</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kami menemukan bahwa rekomendasi buku anatomi untuk mahasiswa baru merupakan salah satu post yang cukup banyak dibaca, maka kami memutuskan untuk melanjutkan series ini dengan mengenalkan kalian dengan rekomendasi buku fisiologi untuk mahasiswa baru kedokteran!</p>



<p>Fisiologi atau ilmu faal merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana sistem normal tubuh manusia dapat beradaptasi dan berespons terhadap stimulus internal dan eksternal sehingga keseimbangan tubuh dapat terjadi dan sebagai akibatnya makhluk hidup dapat bertahan hidup.</p>



<p>Selain anatomi, fisiologi merupakan salah satu basic science yang sangat penting untuk dikuasai. Mengapa? Tanpa mengetahui sistem normal dari suatu mekanisme, bagaimana cara kita mengetahui sesuatu yang rusak?</p>



<p>Contohnya, bila kita tidak fasih dengan sebuah laptop, apabila laptop kita rusak emang kita tahu kenapa laptopnya rusak? Lain cerita dengan teknisi yang sudah mempelajari struktur laptop (anatomi) dan cara kerja komponen laptop (fisiologi). Sehingga, ketika terdapat kerusakan, teknisi tersebut dapat mengetahui kira-kira di bagian mana dan proses apa yang rusak sehingga dapat diperbaiki.</p>



<p>Pilihan buku fisiologi sudah semakin banyak sejak dari kami masuk FK (2014) dengan berbagai macam desain dan fitur buku yang berusaha untuk memberikan sesuatu yang lebih kepada para pembacanya</p>



<p>Sehingga, Koas2Doctor disini akan memberikan rekomendasi buku fisiologi bagi kalian mahasiswa baru fakultas kedokteran!</p>



<ul type="1"><li><strong><span style="text-decoration: underline;">Sherwood – Introduction to Human Physiology</span></strong></li></ul>



<p>Sherwood merupakan buku fisiologi basic yang sangat mudah dicerna sehingga menjadi salah satu favorit mahasiswa/i fakultas kedokteran. Bahasa Inggrisnya sangat mudah untuk dicerna, sangat singkat, padat, dan jelas. Untuk memasuki blok baru, sangat disarankan untuk membaca Sherwood sebagai panduan utama dalam mengerti fisiologi. </p>



<p>Ditambah lagi, Sherwood sangat murah hati dalam memberikan diagram dan illustrasi menarik yang mempermudah kita untuk memahami fisiologi dengan lebih baik lagi. Oh iya, Sherwood juga sekarang tersedia dalam versi bahasa Indonesia loh!</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="750" height="596" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/d.png" alt="Gambar 1. Diagram Negative Feedback (Sherwood)" class="wp-image-679" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/d.png 750w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/d-300x238.png 300w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/d-15x12.png 15w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption>Gambar 1. Diagram Negative Feedback (Sherwood)</figcaption></figure></div>



<ul type="1"><li><strong><span style="text-decoration: underline;">Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology</span></strong></li></ul>



<p>Guyton dan Hall merupakan dua ahli fisiologi yang menulis buku ini. Bagi mereka yang belum cukup puas dengan Sherwood dan merasa tertantang untuk memahami fisiologi dengan lebih lanjut, maka Guyon dan Hall adalah sebuah pilihan yang baik buat mereka. </p>



<p>Mengapa?</p>



<p><br>Guyton and Hall memiliki lebih banyak teks ketimbang gambar dan diagram, bahasa Inggrisnya lebih berat ketimbang Sherwood, dan pembahasan lebih komprehensif. Sehingga, bagi mereka yang ingin mendalami fisiologi, buku ini sangat sesuai untuk mereka. Bagi mereka yang pemula, disarankan untuk memulai dari Sherwood terlebih dahulu. Namun, Guyton and Hall memiliki series buku seperti pocket companion yang merupakan versi summary dan review yang beriisi pertanyaan ganda yang mirip seperti Gray’s Anatomy Review. Oh iya, buku ini juga sudah ada versi bahasa Indonesianya loh</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/rekomendasi-buku-anatomi-untuk-mahasiswa-baru/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Rekomendasi Buku Anatomi Untuk Mahasiswa Baru</a></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="598" height="603" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/c.png" alt="Gambar 2. Gambar Penampang Sel (Guyton and Hall)" class="wp-image-678" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/c.png 598w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/c-298x300.png 298w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/c-150x150.png 150w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/c-12x12.png 12w" sizes="(max-width: 598px) 100vw, 598px" /><figcaption>Gambar 2. Gambar Penampang Sel (Guyton and Hall)</figcaption></figure></div>



<ul type="1"><li><strong><span style="text-decoration: underline;">Ganong’s Review of Medical Physiology</span></strong></li></ul>



<p>Kalian mau menjadi ahli fisiologi? Mau menjadi the best of them all like no one ever was? Kalian mau catch them all? </p>



<p>Oke, ini udah agak menyimpang ke Pokemon tapi bagi kalian yang merasa Guyton masih belum memuaskan hasrat nurani dan batin untuk keinginan kalian mengetahui fisiologi, maka Ganong merupakan buku yang tepat untuk kalian. Engga tega-tega, Ganong punya illustrasi itu jauh lebih sedikit dari Guyton dan Hall tapi kalian akan sangat bingung ketika membaca buku fisiologi ini bila belum mengetahui basicnya. Karena apa? Karena buku ini memang didesain bagi mereka yang sudah paham dengan basicsnya. </p>



<p>Disini, mereka membahas lebih lanjut mengenai reseptor-reseptor atau hormon-hormon yang munngkin kalian belum pernah sebelumnya dan interaksinya dengan sistem fisiologi kita. Selain itu, Ganong juga memiliki seri Ganong’s Review yang merupakan buku pelengkap untuk memantapkan pemahaman kita mengenai fisiologi.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="483" height="415" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/b.png" alt="Gambar 3. Reseptor di Kulit (Ganong)" class="wp-image-677" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/b.png 483w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/b-300x258.png 300w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/b-14x12.png 14w" sizes="(max-width: 483px) 100vw, 483px" /><figcaption>Gambar 3. Reseptor di Kulit (Ganong)</figcaption></figure></div>



<ul type="1"><li><strong><span style="text-decoration: underline;">Tortora’s – Principles of Anatomy and Physiology</span></strong></li></ul>



<p>Nah, buku ini agak sedikit unik dan curang. Mengapa? Kalau kalian liat dari judulnya, buku ini tuh gabungan buku anatomi dan fisiologi. Jadi bingung juga sih mimin mau masukin ke series buku anatomi atau buku fisiologi. </p>



<p>However, kita putuskan untuk masukin ke series fisiologi karena buku ini memang sedikit lebih condong ke arah fisiologi. Secara fisiologi, buku ini sebenarnya jauh lebih simpel ketimbang Sherwood karena bahasanya sangat mudah untuk dimengerti dengan ilustrasi yang sedikit lebih banyak dari Sherwood (karena harus memasukan ilustrasi anatomi juga). </p>



<p>Namun, kekurangan dari buku ini adalah pembahasannya mungkin sangat basic baik dari sisi anatomi dan fisiologi jadi merasa agak “tanggung” untuk membaca tortora saja. Walau, memang mungkin menarik juga untuk hanya membaca tortora karena menghemat waktu untuk membaca anatomi dan fisiologi secara bersamaan. Oh iya, buku ini juga sudah tersedia dalam bahasa Indonesia loh!</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="489" height="568" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/a.png" alt="Gambar 4. Muscular Tissue (Tortora)" class="wp-image-676" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/a.png 489w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/a-258x300.png 258w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/08/a-10x12.png 10w" sizes="(max-width: 489px) 100vw, 489px" /><figcaption>Gambar 4. Muscular Tissue (Tortora)</figcaption></figure></div>



<ul type="1"><li><strong><span style="text-decoration: underline;">Mosby Physiology Series</span></strong></li></ul>



<p>Nah, bagi kalian yang bener-bener pake banget ingin mendalami fisiologi, ada seri buku fisiologi namanya Mosby Physiology Series yang terdiri dari:</p>



<ul><li>Cellular Physiology and Neurophysiology</li><li>Gastrointestinal Physiology</li><li>Renal Physiology</li><li>Cardiovascular Physiology</li><li>Endocrine and Reproductive Physiology</li></ul>



<p>Nah, buku ini ga terlalu tebal sih sekitar 120-150 halaman. Namun, untuk fisiologi yang biasanya maksimal cuma 30-50 halaman per bab (dengan satu halaman bisa terisi full dengan illustrasi), buku ini menjamin kalian akan mendapatkan ilmu fisiologi yang komprehensif dari setiap organ-organ tersebut.</p>



<p>Sekian untuk rekomendasi buku fisiologi dari Koas2Doctor. Bila kami harus merekomendasikan buku anatomi sesuai prioritas, maka urutannya adalah sebagai berikut:</p>



<ul><li>Sherwood (Alternatif: Tortora) – Untuk Pemula</li><li>Guyton and Hall (Alternatif: Ganong) – Untuk Tahap Lanjut</li><li>Guyton and Hall’s Review (Alternatif: Ganong’s Review) – Untuk Pemantapan</li></ul>



<p>Tentu saja ada disclaimer. Rekomendasi ini strictly pure dari Gilbert Sterling Octavius dan tentu saja buku fisiologi ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalian di instansi masing-masing. Dan sekali lagi, kalian tidak perlu menghabiskan uang untuk memiliki semua buku fisiologi ini ataupun bahkan sepeserpun. Kalian bisa meminjamnya di perpustakaan kalian.</p>



<p>Sekian untuk post kali ini tentang rekomendasi buku fisiologi kedokteran! Apabila ada hal-hal yang ingin dibahas, silahkan leave a comment dan jangan lupa untuk follow our instagram di <a href="https://www.instagram.com/koas2doctor/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">koas2doctor</a> dan podcast kami ya!</p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/rekomendasi-buku-fisiologi-untuk-mahasiswa-kedokteran/">Rekomendasi Buku Fisiologi Untuk Mahasiswa Kedokteran</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/rekomendasi-buku-fisiologi-untuk-mahasiswa-kedokteran/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berapa Lama Untuk Lulus FK dan Jadi Dokter?</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/berapa-lama-untuk-lulus-fk-dan-jadi-dokter/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/berapa-lama-untuk-lulus-fk-dan-jadi-dokter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2021 14:17:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Menuju Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[fk]]></category>
		<category><![CDATA[internship]]></category>
		<category><![CDATA[koas]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Koass]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=649</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertanyaan yang paling sering muncul di benak para calon mahasiswa baru adalah: “Sebenarnya, berapa lama sih waktu yang diperlukan untuk lulus fakultas kedokteran dan menjadi dokter?” Nah, jangan khawatir, dalam post ini kita akan membahas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/berapa-lama-untuk-lulus-fk-dan-jadi-dokter/">Berapa Lama Untuk Lulus FK dan Jadi Dokter?</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan yang paling sering muncul di benak para calon mahasiswa baru adalah: “Sebenarnya, berapa lama sih waktu yang diperlukan untuk lulus fakultas kedokteran dan menjadi dokter?”</p>



<p>Nah, jangan khawatir, dalam post ini kita akan membahas ada berapa tahapan untuk menjadi dokter dan waktu yang diperlukannya.</p>



<p>Perlu dicatat juga bahwa kita berasumsi bahwa semuanya berjalan dengan lancar (atau lulus tepat pada waktunya – tanpa ada remedial atau aral melintang lainnya).</p>



<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Fase 1 – Fakultas Kedokteran</strong></span></p>



<p>Secara dasarnya, terdapat 7 semester di dalam fakultas kedokteran dan ini harus dijalani selama 3.5 tahun. Dalam 3.5 tahun ini, apabila Anda tidak lulus dalam satu blok, maka Anda harus mengulangi blok tersebut. Remedialnya dapat terjadi selama waktu libur atau tergantung dari kebijakan institusi. Kalau di UPH, (kalau tidak salah), mengulang satu blok masih dapat lulus dan naik tingkat namun apabila dua atau lebih blok dalam satu semester tidak lulus (satu semester hanya ada tiga blok), maka harus bertahan di tingkat itu dan mengulanginya kembali.</p>



<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Fase 2 – Keset Kaki (Koas)</strong></span></p>



<p>Di fase ini, rentan sekali untuk seseorang dapat mengulang atau mengambil cuti. Hal ini disebabkan karena transisi dari fakultas kedokteran ke koas yang terkadang mengagetkan bagi beberapa orang sehingga kalian dapat terasa “capek” atau “ingin mengambil cuti” selama satu stase. Stase minor biasanya berjalan selama 5 minggu dan stase major selama 10 minggu.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/15-stase-yang-dilewati-koas/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">15 Stase Yang Dilewati Koas!</a></p>



<p>Lalu, jangan lupa juga bahwa ada kemungkinan untuk tidak lulus stase tersebut. Tergantung di tempat lokasi penempatan koas kalian, biasanya akan ada OSCE, atau hanya presentasi kasus dan referat, atau ujian tertulis seperti MCQ kalau misalnya OSCE sulit dilakukan (stase psikiatri misalnya).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="427" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/07/Tesis-1-1024x427.png" alt="Berapa Lama Lulus Fakultas Kedokteran dan Menjadi Dokter?" class="wp-image-650" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/07/Tesis-1-1024x427.png 1024w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/07/Tesis-1-300x125.png 300w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/07/Tesis-1-768x320.png 768w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/07/Tesis-1-1536x640.png 1536w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/07/Tesis-1-2048x853.png 2048w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/07/Tesis-1-18x7.png 18w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2021/07/Tesis-1-795x331.png 795w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Berapa Lama Lulus Fakultas Kedokteran dan Menjadi Dokter?</figcaption></figure>



<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Fase 3 – Menunggu OSCE Nasional dan UKMPPD</strong></span></p>



<p>Tergantung dari kalian selesai koas kapan, maka kalian akan menunggu jadwal untuk OSCE Nasional dan UKMPPD berikutnya. Jaman gua, itu 2 bulan. Bisa ada yang 4-6 bulan. Sangat tergantung kondisi dan situasi. Di tengah-tengah menunggu itu, kampus bisa saja mengadakan mock exam (seperti try out), contohnya kayak Exit OSCE di UPH untuk mempersiapkan muridnya untuk OSCE Nasional. Bila tidak lulus Exit OSCE? Ya tidak bisa ikut OSCE Nasional.</p>



<p>Ada juga institusi yang mewajibkan muridnya untuk mengikuti TO UKMPPD kampus dan TO UKMPPD AIPKI. Bila tidak lulus salah satu dari kedua TO tersebut? Ya, harus mengikuti batch berikutnya.</p>



<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Fase 4- Internship</strong></span></p>



<p>Nah, setelah lulus OSCE Nasional dan UKMPPD (yang biasanya butuh satu atau satu setengah bulan untuk diumumkannya setelah ujian), maka kalian akan menunggu lagi untuk ditempatkan dalam program internship. Program internship ini adalah program yang wajib untuk kalian mendapatkan surat tanda registrasi (STR) dokter yang dibutuhkan untuk praktek. Tanpa melewati internship? Belum menjadi “dokter”, walau sudah dapat gelarnya. Ini pun dengan anggapan setelah lulus UKMMPD kalian langsung mengikuti internship.</p>



<p>Karena pandemi COVID-19, ada beberapa batch yang dipersingkat waktunya menjadi 9 bulan. Namun, biasanya internship akan dijalani selama 12 bulan.</p>



<p>Kesimpulannya, dari fase 1 sampai fase 4 membutuhkan 7 sampai 7 ½ tahun, tergantung dari dead space yang diambil untuk “menunggu” – menunggu batch ujian, menunggu hasil, dan menunggu surat-surat lainnya.</p>



<p>Sekian untuk post kali ini mengenai berapa tahun yang diperlukan untuk lulus fakultas kedokteran dan menjadi dokter. Jangan lupa untuk memfollow instagram kami di <a href="https://www.instagram.com/koas2doctor/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">koas2doctor</a> dan dengarkan juga podcast kami yaitu koas2doctor di platform podcast kesayangan kalian. Sampai jumpa di post berikutnya!</p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/berapa-lama-untuk-lulus-fk-dan-jadi-dokter/">Berapa Lama Untuk Lulus FK dan Jadi Dokter?</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/berapa-lama-untuk-lulus-fk-dan-jadi-dokter/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buat Yang Baru Lulus SMA &#8211; Yakin Mau Fakultas Kedokteran?</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/buat-yang-baru-lulus-sma-yakin-mau-fakultas-kedokteran/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/buat-yang-baru-lulus-sma-yakin-mau-fakultas-kedokteran/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2020 17:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Menuju Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Jurusan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[S1]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=67</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Nak, belajar yang pinter ya biar jadi dokter&#8221;, &#8220;Jadi dokter mah enak banget ya, kerjanya ngobrol2 sebentar, tempel tempel 2 menit udah itu selesai!&#8221;. Rasanya sudah ga asing ya dengan kalimat – kalimat seperti itu? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/buat-yang-baru-lulus-sma-yakin-mau-fakultas-kedokteran/">Buat Yang Baru Lulus SMA &#8211; Yakin Mau Fakultas Kedokteran?</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Nak, belajar yang pinter ya biar jadi dokter&#8221;, &#8220;Jadi dokter mah enak banget ya, kerjanya ngobrol2 sebentar, tempel tempel 2 menit udah itu selesai!&#8221;. Rasanya sudah ga asing ya dengan kalimat – kalimat seperti itu?</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-style-rounded"><img loading="lazy" decoding="async" width="615" height="376" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2020/05/Untitled.png" alt="Graduasi Anak SMA " class="wp-image-68" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2020/05/Untitled.png 615w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2020/05/Untitled-300x183.png 300w" sizes="(max-width: 615px) 100vw, 615px" /></figure>



<p>Ya, memang dimasyarakat yang namanya dokter itu bisa dibilang menjadi salah satu tujuan akhir paling prestigius yang bisa dicapai oleh seorang pelajar. </p>



<h2 class="has-text-align-center wp-block-heading">Ironisnya adalah biasanya orang – orang yang mengatakan hal – hal diatas bahkan sebetulnya tidak tahu realitas di dunia kedokteran itu seperti apa.</h2>



<p>Pada kesempatan ini saya ingin membagikan pengalaman saya pribadi, serta mungkin saran dan masukan bagi kalian semua yang berpikiran untuk masuk ke fakultas kedokteran dengan alasan apapun.</p>



<p><em>First of all,</em> mari kita bahas mengenai hal yang paling sering menjadi alasan menjadi dokter: <a href="https://www.kompasiana.com/anindita/54ff1421a333113c4350f886/dokter-identik-dengan-kaya" target="_blank" rel="noreferrer noopener">&#8220;mapan dan kaya&#8221;</a>.</p>



<p>Sebentar, <em>chill</em> guys. Sebelum saya di cap pembohong karena satu dan lain hal, ya memang dokter itu banyak yang penghasilannya besar dan memang sebagian paling tidak dapat hidup dengan level ekonomi menengah.</p>



<p>Tetapi bagi kalian – kalian yang ingin menjadi dokter murni karena ingin mengincar uang, lebih baik mulai berpikir dua kali dan mencari jurusan yang lain. </p>



<p>Saya disini bukan mengatakan bahwa kalian tidak boleh menjadi dokter karena ingin mencari kekayaan. Saya bukan seorang idealis yang mengatakan bahwa dokter itu pelayanan, dan stigma sejenisnya.</p>



<p>Di sini saya menyarankan bagi kalian yang ingin <a href="https://www.kompasiana.com/anindita/54ff1421a333113c4350f886/dokter-identik-dengan-kaya" target="_blank" rel="noreferrer noopener">menjadi dokter karena ingin mencari kekayaan</a> untuk mempertimbangkan karir lain murni karena memang menurut pendapat saya pribadi banyak sekali pilihan karir lain yang dapat mencapai kekayaan lebih cepat dibanding menjadi dokter. Mari setelah ini akan saya bahas mengapa saya bilang seperti itu.</p>



<p>Mengapa menurut saya dokter itu akan kalah cepat mencapai kekayaan dibanding jurusan lain karena menjadi dokter itu <a href="https://www.quipper.com/id/blog/quipper-campus/campus-life/fakta-jadi-dokter/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">membutuhkan waktu yang sangat lama.</a> </p>



<p>Semua orang pasti sudah tidak asing lagi bahwa pendidikan dokter yang memakan waktu 5 – 6 tahun itu lebih lama dibandingkan pendidikan di jurusan lain. </p>



<p>Sampai sini biasanya mungkin orang masih mau menerima &#8220;Ah cuman beda 1 &#8211; 2 tahun terus kenapa? Seterusnya kan sudah terjamin!&#8221;.</p>



<p>Tidak secepat itu Fergusso.</p>



<p>Yang sebagian besar orang tidak tahu adalah bahwa setelah mendapat gelar dokter, <a href="https://id.jobgoody.com/article/tahapan-cara-jangka-waktu-menjadi-dokter-di-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">kita tidak bisa langsung praktek</a>. </p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="So You Want to Be a DOCTOR (How to Become One) [Ep. 1]" width="1170" height="658" src="https://www.youtube.com/embed/mu5WzOL8-O8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Keputusannya berubah – ubah tetapi pada umumnya akan ada tambahan 1 – 2 tahun lagi periode dimana dokter itu akan &#8220;mengabdi terhadap negara&#8221;. Kalau jaman dulu disebutnya sebagai <a href="https://metrojambi.com/read/2016/05/11/9858/tahukah-anda-ptt-dan-tenaga-honor-berbeda-ini-penjelasan-kepala-bkd" target="_blank" rel="noreferrer noopener">pegawai tidak tetap</a> (PTT), kalau saat ini PTT sudah tidak wajib tetapi diganti dengan &#8220;<em>internship”. </em></p>



<p>Pada intinya kedua keadaan tersebut adalah keadaan dimana seorang sudah menjadi dokter, tetapi mereka hanya bisa &#8220;praktek&#8221; dibawah pengawasan dan di tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah. </p>



<p>Oke, mungkin saat ini secara resminya kita mendapat gaji atau &#8220;bantuan hidup&#8221; dari pemerintah, tetapi bantuan hidup tersebut biasanya hanya sebesar <a href="https://atenda.id/berita/Pengertian-dan-Perbedaan-UMR-UMP-UMK/23" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Upah Minimum Regional</a> (UMR) pada daerah kalian bertugas DAN bantuan hidup tersebut belum tentu cair setiap bulannya.</p>



<p>SELAMAT sekarang setelah selesai dengan segala internship dan urusan lain tersebut, kalian sudah resmi dapat menjadi dokter yang dapat praktek. *tepuk tangan*</p>



<p>SAYANGNYA ternyata saat ini menjadi dokter umum saja tidak cukup untuk mapan. Hal ini juga menjadi alasan kedua mengapa menurut saya menjadi dokter itu bukan pilihan yang bijak untuk mencari kekayaan. </p>



<p>Mungkin di masa lalu memang menjadi dokter umum saja sudah cukup untuk menjadi mapan. Hal tersebut karena di masa lampau menjadi dokter umum saja sudah menjadi suatu tujuan akhir karena pada masanya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dokter_spesialis" target="_blank" rel="noreferrer noopener">dokter spesialis</a> belum sebanyak saat ini. </p>



<p>Selain itu, di masa lalu harus diingat belum ada suatu hal yang dinamakan <a href="http://bpjs-kesehatan.go.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kesehatan (BPJS)</a>. <em>Don&#8217;t get me wrong</em> menurut saya BPJS adalah suatu program yang sangat membantu masyarakat yang tidak mampu. </p>



<p>TETAPI kenyataannya BPJS ini sampai sekarang memang masih belum dapat memberikan kompensasi yang optimal untuk dokter, tidak seperti asuransi- asuransi kesehatan di negara yang maju. </p>



<p>Untuk memberi gambaran kepada kalian, dokter umum hanya mendapatkan uang jasa sebesar Rp+-3000 perak untuk satu pasien BPJS. <em>Yes</em>, Rp 3000,00, <em>you read that right</em>.</p>



<p>Memang, dokter umum bisa mendapatkan uang kompensasi yang cukup tinggi apabila mereka jaga malam. Pada kasus ini mungkin penghasilannya bisa dibandingkan dengan pendapatan dokter – dokter umum pada era sebelum spesialis dan BPJS dahulu. </p>



<h2 class="has-text-align-center wp-block-heading">Pertanyaannya: apakah menurut kalian semua gaya hidup yang jaga malam setiap hari ditambah praktek lagi pada siang harinya merupakan suatu gaya hidup yang layak?</h2>



<p>Okay, sekarang mari kita bahas mengenai dokter spesialis. Di post ini saya tidak akan membahas mendalam mengenai jenis – jenis spesialiasi di kedokteran tetapi mari kita anggap bahwa spesialis yang dimaksud disini adalah semua spesialis yang (cukup) terjamin penghasilannya. </p>



<p>Dokter umum dapat menjadi dokter spesialis setelah menjalani pendidikan lanjutan spesialis. <a href="https://www.alodokter.com/komunitas/topic/masa-depan-2" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pendidikan lanjutan ini</a> sendiri akan memakan waktu 3 – 6 tahun (mungkin lebih) tergantung dari spesialisasi dan kelancaran dokter yang menjalaninya. </p>



<p>Lihat permasalahannya? 3 – 6 TAHUN, itu sudah seperti menjalani pendidikan kedokteran dari awal lagi, jadi jika memang SANGAT LANCAR mungkin seorang dokter akan menjadi dokter spesialis di usia sekitar 30 tahun. </p>



<p>Jangan salah sangka juga, 6 tahun yang dijalani ini di Indonesia kita TIDAK DIGAJI malah terkadang dari cerita – cerita yang didengar banyak terdapat &#8220;pengeluaran – pengeluaran tambahan&#8221;. </p>



<p>Kesimpulannya adalah, perjalanan untuk menjadi seorang spesialis sangat panjang dan penuh rintangan. Jika memang tujuan utama adalah mencari uang, banyak jalan lain yang bisa kalian ambil yang lebih pendek. </p>



<p>Dengan waktu yang sama untuk menjadi spesialis, lebih banyak uang yang bisa terkumpul dan usaha yang bisa dijalankan untuk mencari uang.</p>



<p>Jadi, sampai saat ini semua yang dibahas adalah alasan – alasan untuk tidak menjadi dokter. Sekarang mungkin banyak yang bertanya, jadi siapa saja yang disarankan untuk masuk ke kedokteran? </p>



<p>Jawaban yang paling idealis: bagi mereka yang memang mempunyai panggilan khusus untuk menjadi dokter dan melayani orang sakit. </p>



<p>Tapi pada kenyataannya kita semua tahu bahwa tidak semua yang menjadi dokter memang berjiwa melayani. Saya sendiri juga jujur bukan masuk ke kategori itu. </p>



<p>Saya masuk ke kedokteran karena: (1) saya memang suka dengan ilmu kedokteran, (2) saya tidak kepikiran karir lain diluar kedokteran pada saat saya harus memutuskan untuk memilih fakultas. </p>



<p>Jujur memang ada beberapa kesempatan saya kewalahan dan bingung atas pilihan karir saya (karena seperti tadi saya bilang, saya juga bukan orang yang memiliki jiwa untuk melayani dan menolong orang sakit). </p>



<p>Tetapi untuk saya pribadi, saya tertolong karena memang saya suka dengan ilmu yang bisa saya pelajari di kedokteran sehingga segala pembelajaran yang saya lakukan (paling tidak secara teori) tidak membebani saya.</p>



<p>Akhir kata, apapun alasan kalian untuk masuk ke kedokteran, baik itu karena uang (tidak disarankan), tuntutan keluarga, ataupun alasan lainnya lebih baik dipikirkan dahulu baik – baik. </p>



<p>Masuk ke kedokteran bukanlah tantangan terbesar dari perjalanan seorang dokter, itu hanyalah awal dari perjalanan yang sangat panjang dan berliku – liku dimana kalian harus selalu belajar sambil berjuang dengan jam kerja yang terbilang cukup berat (dan cukup berat merupakan sebuah <em>understatement</em> disini)</p>



<p>Pada postingan lain di blog ini saya dan teman saya akan menceritakan mungkin pengalaman – pengalaman kami selama di kedokteran, sehingga mungkin dapat memberikan gambaran lebih dalam lagi mengenai perjalanan sampai menjadi dokter. </p>



<p><em>Stay tuned</em> dan silahkan email kami (email dapat ditemukan di &#8220;<a href="https://koas2doctor.com/id/hubungi-kami-2/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Hubungi Kami</a>&#8220;) untuk bertanya-tanya ataupun bertukar pikiran baik tentang Fakultas kedokteran ataupun Koas!</p>



<p><em>Written by</em>: <a href="https://koas2doctor.com/id/hubungi-kami-2/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Nicholas Gabriel H.R.</a><br><em>Edited by</em>: <a href="https://koas2doctor.com/id/hubungi-kami-2/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Gilbert Sterling Octavius</a></p>



<p></p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/buat-yang-baru-lulus-sma-yakin-mau-fakultas-kedokteran/">Buat Yang Baru Lulus SMA &#8211; Yakin Mau Fakultas Kedokteran?</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/buat-yang-baru-lulus-sma-yakin-mau-fakultas-kedokteran/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 39/173 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching 8/56 queries in 0.726 seconds using Redis

Served from: koas2doctor.com @ 2026-10-07 11:21:13 by W3 Total Cache
-->