<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kedokteran Archives - Koas2Doctor</title>
	<atom:link href="https://koas2doctor.com/id/tag/kedokteran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koas2doctor.com/id/tag/kedokteran/</link>
	<description>Mentor Anda Dalam Menghadapi Dunia Kedokteran</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Dec 2022 09:20:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updateperiod>
	hourly	</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>
	1	</sy:updatefrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.12</generator>

<image>
	<url>https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-FAVICON-BENER-32x32.png</url>
	<title>kedokteran Archives - Koas2Doctor</title>
	<link>https://koas2doctor.com/id/tag/kedokteran/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yakin Masih Mau Masuk Kuliah Kedokteran?</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/yakin-masih-mau-masuk-kuliah-kedokteran/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/yakin-masih-mau-masuk-kuliah-kedokteran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2022 09:20:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Our Two Cents]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[koas]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=964</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuliah kedokteran merupakan salah satu program studi yang paling banyak diminati oleh para siswa SMA yang ingin menjadi seorang dokter. Namun, sebelum memutuskan untuk mengikuti program studi ini, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/yakin-masih-mau-masuk-kuliah-kedokteran/">Yakin Masih Mau Masuk Kuliah Kedokteran?</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah kedokteran merupakan salah satu program studi yang paling banyak diminati oleh para siswa SMA yang ingin menjadi seorang dokter. Namun, sebelum memutuskan untuk mengikuti program studi ini, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal yang mungkin akan Anda hadapi selama menjalani kuliah kedokteran. Di blog post kali ini kita akan membahas &#8220;Yakin Nih Masih Mau Masuk Kuliah Kedokteran?&#8221;</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/uang-kuliah-fakultas-kedokteran-uph-2022-2023/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Uang Kuliah Fakultas Kedokteran UPH 2022/2023</a></p>



<p>Kedokteran adalah profesi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga sangat menuntut. Sebagai dokter, Anda akan bertanggung jawab untuk menyembuhkan orang yang sakit, mengobati penyakit, dan memberikan nasihat medis kepada pasien. Ini adalah tugas yang berat, dan membutuhkan banyak waktu dan usaha.</p>



<p>Jika Anda sedang bimbang tentang apakah masih ingin melanjutkan studi kedokteran, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan. Pertama, kuliah kedokteran adalah salah satu program studi yang paling sulit dan menuntut di dunia. Anda harus memiliki komitmen yang kuat dan konsisten untuk belajar selama bertahun-tahun, bahkan setelah lulus dari universitas.</p>



<p>Selain itu, masuk kuliah kedokteran juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya kuliah, biaya buku teks, biaya pakaian kerja, dan biaya lainnya akan menjadi beban yang harus Anda tanggung selama studi. Anda juga harus mempertimbangkan bahwa lulus dari kuliah kedokteran tidak menjamin Anda akan langsung mendapat pekerjaan. Anda masih harus melalui proses seleksi dan wawancara kerja untuk menjadi seorang dokter yang bekerja di rumah sakit atau klinik.</p>



<p>Namun, jika Anda masih yakin ingin masuk kuliah kedokteran, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum mendaftar. Pertama, pastikan Anda memenuhi persyaratan masuk kuliah kedokteran di universitas yang Anda inginkan. Persyaratan ini biasanya mencakup nilai rapor SMA yang baik, skor tes masuk yang tinggi, dan sertifikat keahlian di bidang kedokteran.</p>



<p>Kedua, carilah informasi tentang program studi kedokteran di universitas yang Anda inginkan. Baca tentang materi kuliah, jadwal kuliah, dan fasilitas yang disediakan oleh universitas tersebut. Ini akan membantu Anda memutuskan apakah program studi tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.</p>



<p>Ketiga, carilah informasi tentang biaya kuliah dan beasiswa yang tersedia di universitas yang Anda inginkan. Jika Anda tidak memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan kuliah kedokteran. Biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti kuliah kedokteran cukup tinggi. Anda harus membayar biaya kuliah, biaya ujian, dan biaya untuk membeli berbagai macam buku teks dan alat-alat yang diperlukan untuk mengikuti kuliah. Biaya-biaya tersebut bisa mencapai jutaan rupiah per tahun, dan tentu saja hal ini tidak mudah bagi kebanyakan orang.</p>



<p>Keempat, kuliah kedokteran adalah program studi yang sangat panjang. Di Indonesia, program studi ini biasanya memakan waktu selama 6 tahun untuk selesai. Ini berarti Anda harus bersedia untuk mengikuti kuliah selama 6 tahun, dan selama waktu tersebut, Anda harus bersedia untuk belajar dan mengikuti berbagai macam mata kuliah yang mungkin tidak selalu menyenangkan.</p>



<p>Kelima, kuliah kedokteran juga membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Selama kuliah, Anda harus bersedia untuk belajar dan mengikuti berbagai macam mata kuliah yang mungkin sangat sulit. Selain itu, Anda juga harus menghadapi berbagai macam latihan dan ujian yang mungkin sangat menantang.</p>



<p>Keenam, setelah lulus dari kuliah kedokteran, Anda harus menjalani masa kerja sebagai dokter di sebuah rumah sakit atau klinik selama sekitar 2 tahun sebelum Anda dapat mengajukan diri sebagai dokter spesialis. Ini berarti Anda harus bersedia untuk bekerja selama 2 tahun sebelum Anda dapat memperoleh gelar spesialis.</p>



<p>Jadi, apakah Anda masih yakin ingin mengikuti kuliah kedokteran? Tentu saja, jika Anda benar-benar ingin menjadi seorang dokter dan bersedia untuk menghadapi semua tantangan yang akan Anda hadapi selama kuliah, maka kuliah kedokteran merupakan pilihan yang tepat untuk Anda.</p>



<p>Tapi tentu saja tidak semua hal ini berkonotasi negatif. Poin-poin ini lebih mengingatkan kalian kepada realita yang ada sekarang supaya kalian tidak menyesal di kemudian hari. Apabila kalian merasa konten ini bermanfaat, bisa tolong dishare ya! Follow instagram kami di <a href="https://instagram.com/koas2doctor" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@koas2doctor</a> dan dengarkan <a href="http://Yakin Masih Mau Jadi Dokter?" target="_blank" rel="noreferrer noopener">podcast kami</a> dimanapun kalian mendengarkan podcast kalian! Sekian dulu post kami untuk “Yakin Masih Mau Masuk Kuliah Kedokteran?” dan sampai jumpa lagi!</p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/yakin-masih-mau-masuk-kuliah-kedokteran/">Yakin Masih Mau Masuk Kuliah Kedokteran?</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/yakin-masih-mau-masuk-kuliah-kedokteran/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Episode 46: Scheduling for Beginners 101</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/episode-46-scheduling-for-beginners-101/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/episode-46-scheduling-for-beginners-101/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2022 08:28:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Podcast Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Podcast]]></category>
		<category><![CDATA[Scheduling 101]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halo K2Ders! Kalian pernah banget overwhelmed dengan semua backlog atau tugas-tugas yang ada? Kalian pernah merasa 24 jam sehari itu tidak pernah cukup? Well, at least itu yang dirasakan Nicholas. Dan dalam podcast ini, Nicholas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/episode-46-scheduling-for-beginners-101/">Episode 46: Scheduling for Beginners 101</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="https://anchor.fm/koas2doctor/embed/episodes/Episode-46-Scheduling-for-Beginners-101-e1s1n7e" height="180px" width="100%" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:180px"></iframe></p>
<p>Halo K2Ders!</p>
<p>Kalian pernah banget overwhelmed dengan semua backlog atau tugas-tugas yang ada? Kalian pernah merasa 24 jam sehari itu tidak pernah cukup?</p>
<p>Well, at least itu yang dirasakan Nicholas. Dan dalam podcast ini, Nicholas akan bertanya ke gue bagaimana cara scheduling yang baik dan benar supaya jadwal dan tugas kalian selesai tepat pada waktunya.</p>
<p>Semoga bermanfaat ya!</p>
<p>Konten utama kami terdapat di <a href="https://koas2doctor.com/id/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">koas2doctor.com</a> dan instagram kami di <a href="https://www.instagram.com/koas2doctor/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">@koas2doctor</a>. Please do support us dengan cara mengunjungi dan memfollow social media account kami.</p>
<p>All comments are welcomed via our blogs atau melalui <a href="https://koasdoct@gmail.com/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">email kami</a>!</p>
<p>Music used for this podcast is credited to <a href="https://pixabay.com/music/beats-awakening-instrumental-1165/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">Jonas Bjørnstad</a></p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/episode-46-scheduling-for-beginners-101/">Episode 46: Scheduling for Beginners 101</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/episode-46-scheduling-for-beginners-101/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memperpanjang Surat Tanda Registrasi Untuk Dokter Spesialis Anak</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/memperpanjang-surat-tanda-registrasi-untuk-dokter-spesialis-anak/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/memperpanjang-surat-tanda-registrasi-untuk-dokter-spesialis-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2022 09:38:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life After Becoming A Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Anak]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[STR]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=908</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surat tanda registrasi (STR) adalah bukti bahwa seorang dokter terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan masih diakui sebagai dokter di IDI. Tanpa ada STR, maka gelar dokter tersebut tidak dapat digunakan untuk melakukan praktek [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/memperpanjang-surat-tanda-registrasi-untuk-dokter-spesialis-anak/">Memperpanjang Surat Tanda Registrasi Untuk Dokter Spesialis Anak</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Surat tanda registrasi (STR) adalah bukti bahwa seorang dokter terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan masih diakui sebagai dokter di IDI. Tanpa ada STR, maka gelar dokter tersebut tidak dapat digunakan untuk melakukan praktek sebagai dokter.</p>



<p>Diperlukan 250 satuan kredit profesi (SKP) dalam 5 tahun untuk memperpanjang STR. Namun, apa saja komponen dari SKP ini di luar dari pembahasan post kali ini. Disini, kami akan membahas khusus untuk memperpanjang surat tanda registrasi untuk dokter spesialis anak.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/15-stase-yang-dilewati-koas/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">15 Stase Yang Dilewati Koas!</a></p>



<p>Memperpanjang surat tanda registrasi untuk dokter spesialis anak dibagi dalam 4 tahap yaitu:</p>



<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tahap 1 – IDI Online</span></strong></p>



<p>Para dokter anak dapat menginput data diri di <a href="http://www.idionline.org" target="_blank" rel="noreferrer noopener">website IDI</a> dengan komponen sebagai berikut:</p>



<ul><li>NPA IDI</li><li>Nama lengkap sesuai ijazah</li><li>Tempat dan tanggal lahir</li><li>Asal fakultas dokter umum</li><li>Bukti transfer P2KB IDI sebesar Rp. 400.000 (ditransfer ke BNI Cabang Menteng dengan nomor rekening 031.452.6120 atas nama PB IDI).</li></ul>



<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tahap 2 – Komite CPD IDAI</span></strong></p>



<ul><li>Sesuai dengan poin diatas, dokter anak diharapkan sudah mengikuti atau menjalankan program yang senilai SKP 250 poin untuk satu periode STR (5 tahun).</li><li>Surat permohonan keterangan jumlah SKP/P2KB ditujukan kepada Ketua CPD IDAI</li><li>Surat Keterangan Jumlah Pasien Kumulatif 5 tahun Terakhir</li><li>Fotokopi STR terakhir</li><li>Fotokopi Bukti Transfer P2KB pada tahap 1</li></ul>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="TUTORIAL PERPANJANG STR DOKTER ONLINE (panduan lengkap)" width="1170" height="658" src="https://www.youtube.com/embed/l7VwRvu1alA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>Tutorial Memperpanjang STR Dokter</figcaption></figure>



<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tahap 3 – Sertifikat Kompetensi Kolegium</span></strong></p>



<ul><li>Fotokopi Sertifikat Kompetensi Sp.A sebelumnya</li><li>Fotokopi STR terakhir</li><li>Surat keterangan nilai P2KB dari komite CPD</li><li>Pasfoto terbaru berwarna dengan latar belakang merah, ukuran 3&#215;4 (1)</li><li>Fotokopi bukti transfer Rp 250.000 (Bank BNI Cabang UI Depok, No. Rek: 007.4181.900 a/n Kolegium IKA Indonesia)</li></ul>



<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tahap 4 – Konsil Kedokteran Indonesia</span></strong></p>



<p>Pengajuan dilakukan secara online pada website <a href="http://registrasi.kki.go.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Konsil Kedokteran Indonesia (KKI)</a>, pilih registrasi ulang pada halaman berikutnya lalu isi data-data ini:</p>



<ul><li>Scan KTP asli</li><li>Scan surat keterangan sehat dengan format sesuai konsil. Diisi oleh dokter yang memiliki SIP</li><li>Scan copy STR terakhir</li><li>Scan Pas Foto terbaru ukuran 4&#215;6 berlatar belakang merah dengan format file JPG/JPEG</li><li>Scan sertifikat kompetensi terbaru</li></ul>



<p>Demikian langkah-langkah yang diperlukan untuk memperpanjang surat tanda registrasi untuk dokter spesialis anak. Seperti biasa, jangan lupa untuk mengikuti instagram kami di <a href="https://instagram.com/koas2doctor" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@koas2doctor</a> dan dengarkan podcast kami di Spotify, Google Podcast, atau Apple Podcast. <em>We will see you guys soon</em>!</p>



<p>Sumber: <a href="https://www.instagram.com/idai_jateng/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">IDAI Jateng</a></p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/memperpanjang-surat-tanda-registrasi-untuk-dokter-spesialis-anak/">Memperpanjang Surat Tanda Registrasi Untuk Dokter Spesialis Anak</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/memperpanjang-surat-tanda-registrasi-untuk-dokter-spesialis-anak/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Menulis Artikel Ilmiah Untuk Publikasi Jurnal</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/perjalanan-menulis-artikel-ilmiah-untuk-publikasi-jurnal/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/perjalanan-menulis-artikel-ilmiah-untuk-publikasi-jurnal/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 May 2022 08:11:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[About Journals & Publications]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Podcast]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=849</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jangankan menulis artikel ilmiah untuk publikasi jurnal, terkadang bisa selesai skripsi tepat waktu aja sudah menjadi sebuah berkah sendiri kan (Walau jujur gua skip skripsi karena di UPH dulu ga ada skripsi). But at least, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/perjalanan-menulis-artikel-ilmiah-untuk-publikasi-jurnal/">Perjalanan Menulis Artikel Ilmiah Untuk Publikasi Jurnal</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jangankan menulis artikel ilmiah untuk publikasi jurnal, terkadang bisa selesai skripsi tepat waktu aja sudah menjadi sebuah berkah sendiri kan (Walau jujur gua skip skripsi karena di UPH dulu ga ada skripsi). But at least, gua tau rasanya menyelesaikan tesis (dua tesis bahkan dalam waktu 4 bulan), jadi gua tau rasanya berkutat untuk menyelesaikan sebuah skripsi.</p>



<p>Tergantung dari pendapat kalian mengenai keharusan seorang murid dalam menulis sebuah artikel ilmiah, terkadang kita merasa tertantang untuk menulis artikel ilmiah. Apalagi, kalau kalian melihat teman-teman kalian mengupload story “Akhirnya perjuangan ini selesai juga, keterima publikasi di Q1. Terimakasih banyak Prof/Dr/dr&#8230;&#8230;” atau “Puji Tuhan, keterima di jurnal ______” atau sebagainya. Melihat post tersebut, biasanya ada yang turut bangga, tertantang untuk belajar menulis, atau merasa inferior. Mengapa inferior? Karena merasa mereka adalah “The selected ones” atau segelintir orang yang memang pantas dalam menulis artikel, sedangkan kita Cuma orang-orang yang hanya mampu melihat mereka dari bawah.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/apa-itu-article-processing-charge-apc/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apa itu Article Processing Charge (APC)?</a></p>



<p>Nah, disini gua mau cerita tentang pengalaman gue, mulai dari 0 dan slowly naik keatas sampai akhirnya gua bisa mandiri publikasi di jurnal Q2 (Q1 kalau dihitung dengan jurnal magang).</p>



<p>Penasaran?</p>



<p>Disclaimer sebelumnya, bahwa ini bukan that kind of post untuk membanggakan achievement. Peran gua disini adalah untuk sharing bahwa mahasiswa yang ga pernah skripsi aja bisa buat publikasi, 40 publikasi as per 3 Mei 2022 ini dengan jumlah sitasi 85 kali di Google Scholar. Jadi, perjalanan gue dalam menulis artikel ilmiah untuk publikasi jurnal ini dapat dijadikan sebagai learning points/motivasi kalian untuk mulai mencoba juga.</p>



<p>Sebelumnya, ID gua di beberapa research platform:</p>



<ul><li><a href="https://scholar.google.com/citations?authuser=1&amp;user=5h1Z-XMAAAAJ" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Google Scholar: Gilbert Sterling Octavius</a></li><li><a href="https://www.researchgate.net/profile/Gilbert-Octavius?ev=hdr_xprf&amp;_sg=nOM_myf0dDFm71y74aQRwWJT9IS-zHIocp7BRkA-AwNCN2uF3gKQG3gVZg5Zq_DCzpGfhlvObJ_AYHMf-tsccOlj" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Research Gate: Gilbert Sterling Octavius</a></li><li><a href="https://orcid.org/my-orcid?orcid=0000-0002-6439-6265" target="_blank" rel="noreferrer noopener">ORCID ID: 0000-0002-6439-6265</a></li><li><a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57221016506" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Scopus ID: 57221016506</a></li><li><a href="https://sinta3.kemdikbud.go.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sinta ID: 6760219</a></li><li><a href="https://publons.com/researcher/3650469/gilbert-sterling-octavius/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Publons/Web of Science Research ID: Gilbert Sterling Octavius/AAJ-9714-2021</a></li></ul>



<p>Tentu semua ID ini tidak nongol dalam satu malam. Apalagi isinya. Perjalanan gue untuk menulis dimulai pada tahun 2015 (Gua batch 2014 btw). Gua masih inget banget gua masih ngedorm di fasilitas UPH, dan diajak temen gue si Prio Wibisono (yang pernah nongol di podcast Koas2Doctor, so check it out) dan satu temen gua lagi untuk menulis sebuah poster literature review. Temanya pada saat itu sangat biomolekuler, tentang peranan curcuma dalam something (jujur sudah lupa).</p>



<p>Berbekal omongan diselingi dengan nasi goreng spesial dan es teh manis ala food court mall (yang mahal), kami pun memulai untuk menulis. And menulis we did. Dengan bimbingan yang seadanya (walau gua juga jujur lupa pada saat itu pembimbingnya siapa, mohon maaf sekali), kami mendapatkan juara empat.</p>



<p><em>Not bad, not bad</em> (dengan nada Uncle Roger)</p>



<p>Setelah itu, di tahun 2016-2019 gua mencoba untuk terus menulis case report dan case series dalam bentuk poster juga di konferensi seperti lomba SPORA, KONIKA, acara neurosurgery (oral presentation pertama kalinya), dan masih banyak lainnya. Merupakan sebuah kebanggan tentunya namun dari segi perspektif kemajuan, progress dari tahun 2015 sangat minimal.</p>



<p>Mengapa demikian?</p>



<p>Karena walau kuantitasnya bertambah, artikel ilmiah yang gua tulis masih dalam kualitas yang segitu-gitu saja. Walaupun gua menyadari dari awal, the fact that gua bisa diterima di konferensi ilmiah dan mempresentasikan poster masih merupakan sebuah achievement. Prestasi yang mungkin hanya dapat dibanggakan oleh 10-15% mahasiswa/i fakultas kedokteran pada saat itu.</p>



<p>Sampai pada akhirnya pada tahun 2021 dan pandemi menyerang. Gua yang berencana magang di departemen anak di UPH pun batal karena pandemi ini. Gabut kan? Akhirnya gua belajar. Semua hal, terutama penelitian. Akhirnya pun gua memberanikan diri untuk membuat sebuah systematic review berjudul “<a href="https://mecp.springeropen.com/articles/10.1186/s43045-020-00075-4" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Impact of COVID-19 on Adolescents’ Mental Health: A Systematic Review</em></a>”. Artikel ilmiah ini gua tulis dan diterima di jurnal <a href="https://mecp.springeropen.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Middle East Current Psychiatry</em></a> (Q4). Sampai saat ini, artikel ini masih merupakan artikel yang paling banyak disitasi dari semua artikel-artikel yang sudah pernah gue buat.</p>



<p>Lalu seterusnya? Gua magang di RSCM dan berkesempatan untuk membuat dua buah artikel lagi yang berjudul “<a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1201971221003301" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Mortality in children with positive SARS-CoV-2 polymerase chain reaction test: Lessons learned from a tertiary referral hospital in Indonesia</em></a>” yang dipublikasikan di <a href="https://www.sciencedirect.com/journal/international-journal-of-infectious-diseases" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>International Journal of Infectious Diseases</em></a> (Q1) dan “<em><a href="https://academic.oup.com/tropej/article/68/3/fmac025/6565903?login=true" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Clinical Features of Multisystem Inflammatory Syndrome in Children Associated with COVID-19 in Indonesia</a></em>” yang dipublikasikan di <em><a href="https://academic.oup.com/tropej" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Tropical Pediatrics</a></em> (Q2). Di tengah-tengah dua publikasi tersebut gua juga mementor anak-anak di UPH untuk membuat artikel ilmiah bersama dan hasilnya adalah ±7 artikel lebih yang sudah kami publikasikan bersama.</p>



<p>Apa inti dan pesan bagi kalian yang ingin mencoba untuk menulis artikel ilmiah untuk publikasi jurnal?</p>



<ol type="1"><li>Belajar dan banyak membaca. Bila kalian malas membaca, find a mentor who is willing to guide you.</li><li>Actually membuat artikel ilmiah. Hal yang paling tersulit dan terpenting ada pada pesan ini. Kalian pasti akan takut akan kegagalan. Takut kalau artikel kalian remeh temeh. Takut kalau artikel kalian “ditertawakan”. Kenyataannya, ga ada yang akan mentertawakan kalian. Cobalah, dan terus belajar</li><li>Belajar menerima penolakan. Masih menyambung dari nomor dua, apabila artikel ilmiah kita ditolak, jangan takut untuk mencoba kembali. Cobalah terus untuk memperbaiki artikel. Lemah di bahasa Inggris? Coba dulu dengan artikel bahasa Indonesia. Lemah secara struktur artikel? Coba cari tahu mengapa dengan meminta pendapat yang lebih ahli.</li></ol>



<p>Sekian dulu pesan yang bisa gua sampaikan untuk kalian semua. Kalau kalian ada pengalaman yang seru juga tentang belajar menulis artikel ilmiah untuk publikasi jurnal atau kendala yang sedang kalian hadapi, silahkan komentar saja ya dibawah ini!</p>



<p>Jangan lupa untuk follow instagram kami di <a href="https://instagram.com/koas2doctor" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@koas2doctor</a> dan dengarkan podcast kami dengan channel Koas2Doctor dimanapun kalian mendengarkan podcast kalian.</p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/perjalanan-menulis-artikel-ilmiah-untuk-publikasi-jurnal/">Perjalanan Menulis Artikel Ilmiah Untuk Publikasi Jurnal</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/perjalanan-menulis-artikel-ilmiah-untuk-publikasi-jurnal/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Internship Digaji? Berapa Gajinya?</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/apakah-internship-digaji-berapa-gajinya/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/apakah-internship-digaji-berapa-gajinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 May 2022 14:54:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life After Becoming A Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Hidup Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Gaji internship]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=846</guid>

					<description><![CDATA[<p>Post kali ini didedikasikan buat kalian yang penasaran apakah internship digaji? Kalau digaji berapa sih gaji internship dengan update 2022 ini? Baca Juga: Tutorial Cara Download Video Google Drive Tanpa Access Nah, ketika membicarakan internship, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/apakah-internship-digaji-berapa-gajinya/">Apakah Internship Digaji? Berapa Gajinya?</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Post kali ini didedikasikan buat kalian yang penasaran apakah internship digaji? Kalau digaji berapa sih gaji internship dengan update 2022 ini?</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/tutorial-cara-download-video-google-drive-tanpa-access/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Tutorial Cara Download Video Google Drive Tanpa Access</a></p>



<p>Nah, ketika membicarakan internship, biasanya kita tidak menamakannya itu gaji tapi disebut dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Alasan pasti dari mengapa disebut sebagai BHD dan bukan gaji masih tidak diketahui. Mungkin signifikan penamaan ini, mungkin juga tidak. Namun, apabila kalian membaca sampai akhir, kalian mungkin bisa menghubungkan sendiri mengapa disebut sebagai BHD dan bukan gaji.</p>



<p>Nah, untuk di wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi, BHD akan berkisar di antara Rp 3.150.000. Mengapa berkisar? Karena sebenarnya aslinya lebih besar dari itu. Kalau tidak salah ada di sekitar range tiga juta tiga ratusan. Hanya saja BHD sudah dipotong otomatis untuk iuran BPJS sehingga bersihnya di angka tiga juta seratus lima puluh ribu. Pada saat kalian internship, kalian akan dibriefing dan diberikan breakdownnya potongan apa saja yang dipakai dari BHD kalian.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Berapa Gaji Dokter Baru Lulus ? Jangan Beharap Banyak - Aprelea Noni" width="1170" height="658" src="https://www.youtube.com/embed/BZo9BT1J_Is?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Nah, untuk regio di NTB dan Papua BHD akan naik lima ratus ribu menjadi Rp 3.650.000 (Tiga juga enam ratus lima puluh ribu). BHD ini juga sudah bersih dipotong dengan iuran BPJS dan lainnya. Mengapa naik lima ratus ribu? Tentu saja ini menjadi dorongan lebih bagi para ishipers untuk menjamah regio-regio ini. Jujur kami lupa apakah NTT termasuk ke dalam regio ini atau bukan mengingat banyak calon yang mengincar NTT.</p>



<p>Sekian dulu untuk post kali ini mengenai &#8220;Apakah Internship Digaji? Berapa Gajinya?&#8221;. Jadi untuk mensummarize ini semua:</p>



<p>Apakah Internship Digaji? Ya, dalam bentuk BHD</p>



<p>Berapa Gaji Internship? Rp 3.150.000 – Rp 3.650.000</p>



<p>Sekian dulu post singkat dari kami kali ini. Jangan lupa untuk memfollow instagram kami di <a href="https://instagram.com/koas2doctor" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@koas2doctor</a> dan dengarkan juga podcast kami di manapun kalian mendengarkan podcast kalian dengan channel Koas2Doctor. Konten podcast mengandung daging yang berbeda dengan isi di konten website ini.</p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/apakah-internship-digaji-berapa-gajinya/">Apakah Internship Digaji? Berapa Gajinya?</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/apakah-internship-digaji-berapa-gajinya/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daftar Jurnal Yang Harus Dihindari Dosen</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/daftar-jurnal-yang-harus-dihindari-dosen/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/daftar-jurnal-yang-harus-dihindari-dosen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2022 05:23:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[About Journals & Publications]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal abal-abal]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Predator]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=842</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa untuk naik jabatan sebagai dosen, diperlukan publikasi ilmiah di jurnal yang bereputasi. Sayangnya, dengan tuntutan yang tinggi tersebut ditambah dengan susahnya untuk menembus jurnal bereputasi, biaya yang tidak sedikit, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/daftar-jurnal-yang-harus-dihindari-dosen/">Daftar Jurnal Yang Harus Dihindari Dosen</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa untuk naik jabatan sebagai dosen, diperlukan publikasi ilmiah di jurnal yang bereputasi. Sayangnya, dengan tuntutan yang tinggi tersebut ditambah dengan susahnya untuk menembus jurnal bereputasi, biaya yang tidak sedikit, dan juga dukungan yang terkadang tidak memadai dari masing-masing institusi, maka tidak sedikit dosen yang berpaling terhadap jurnal abal-abal atau disebut juga dengan jurnal predator. Dilansir dari situs <a href="https://pak.kemdikbud.go.id/portalv2/jurnal-yang-harus-dihindari/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam Sistem Penilaian Angka Kredit Dosen</a>, berikut adalah daftar jurnal yang harus dihindari dosen untuk diterbitkan.</p>



<p>Disclaimer: List ini update sampai dengan tanggal 1 Mei 2022. Untuk lebih updatenya dapat dicek <strong><a href="https://pak.kemdikbud.go.id/portalv2/jurnal-yang-harus-dihindari/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">disini</a></strong>.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/link-translate-jurnal-online-inggris-ke-indonesia-gratis/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Link Translate Jurnal Online Inggris ke Indonesia Gratis!</a></p>



<ol type="1"><li><a href="https://ores.su/en/journals/opcion/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Opcion (Social Science) Venezuela (Scopus)</a> [Q3]</li><li><a href="https://index.pkp.sfu.ca/index.php/browse/index/995#:~:text=Humanities%20%26%20Social%20Sciences%20Reviews%20%5BeISSN,in%20humanities%20and%20social%20sciences." target="_blank" rel="noreferrer noopener">Humanities &amp; Social Sciences Reviews (India)</a> (Scopus) [Q1]</li><li><a href="https://www.ijicc.net/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>International Journal of Innovation, </em>C<em>reativity and Change</em></a><em> </em>(Scopus) [Q2]</li><li><a href="https://ores.su/en/journals/talent-development-and-excellence/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Talent Development and Excellence</a> (Scopus) [Q4]</li><li><a href="https://beei.org/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Bulletin of Electrical Engineering and Informatics </a> (Scopus) [Q2]</li><li><a href="http://ijece.iaescore.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">International Journal of Electrical and Computer Engineering</a> (Scopus) [Q2]</li><li><a href="http://www.aspbs.com/ctn/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Computational and Theoretical Nanoscience</a> (Scopus) [Q3/Q4]</li><li><a href="https://ojs.excelingtech.co.uk/index.php/IJSCM" target="_blank" rel="noreferrer noopener">International Journal of Supply Chain Management</a> (Scopus) [Q3]</li><li><a href="https://www.jhse.ua.es/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Human Sport and Exercise</a> (Scopus) [Q3]</li><li><a href="https://www.jardcs.org/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Advanced Research in Dynamical and Control Systems</a> (Scopus) [Q4]</li><li><a href="http://International Journal of Education and Practice" target="_blank" rel="noreferrer noopener">International Journal of Education and Practice</a> (Scopus)</li><li><a href="https://ijsser.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">International Journal of Social Sciences and Economic Review</a> (Peer Review)</li><li><a href="https://www.resurchify.com/impact/details/12997" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Test Engineering and Management</a> (Scopus) [Q4]</li><li><a href="https://www.resurchify.com/impact/details/21100238411" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Prime Research in Mathematics</a> (Scopus) [Q3]</li><li><a href="https://www.ejmste.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education</a> (Scopus) [Q2]</li><li><a href="https://produccioncientificaluz.org/index.php/utopia" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Utopia y Praxis Latinoamericana</a> (Scopus) [Q2]</li><li><a href="https://www.ejobios.org/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Eurasian Journal of BioSciences</a> (Scopus) [Q4]</li><li><a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=63633#:~:text=The%20International%20Journal%20of%20Social,enjoys%20a%2030%25%20acceptance%20rate." target="_blank" rel="noreferrer noopener">International Journal of Social Science and Economic review</a> (Double-Blind)</li><li>Ecology (Scopus) [Q4]</li><li><a href="https://www.richtmann.org/journal/index.php/jesr" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Educational and Social Research</a> (Scopus)</li><li><a href="https://www.sciedupress.com/journal/index.php/rwe" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Research in World Economy</a> (Scopus)</li><li><a href="https://www.ikprress.org/index.php/PCBMB" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Plant Cell Biotechnology and Molecular Biology</a> (Scopus)</li><li><a href="https://www.jrmds.in/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Research in Medical and Dental Science</a> (WOS) [ESCI]</li><li><a href="https://publons.com/journal/187113/journal-of-mechanics-of-continua-and-mathematical-/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Mechanics of Continua and Mathematical Sciences</a> (WOS) [ESCI]</li><li><a href="https://produccioncientificaluz.org/index.php/rluz" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Revista de la Universidad del Zulia</a> (WOS) [ESCI]</li><li><a href="https://amazoniainvestiga.info/index.php/amazonia" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Amazonia Investiga</a> (WOS)</li><li><a href="https://lepidopteraresearchfoundation.org/#:~:text=Journal%20of%20Research%20on%20the%20Lepidoptera%20is%20the%20peer%2Dreviewed,management%20science%2C%20biological%20applications%20of" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Research on the Lepidoptera</a> (WOS/Scopus)</li><li><a href="https://ores.su/en/journals/international-journal-of-mechanical-and-production-engineering-research-and-development/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">International Journal of Mechanical and Production Engineering Research and Development</a> (Scopus) [Q4]</li><li><a href="http://www.krepublishers.com/journalofsociologyandsocialanthropology.html" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Sociology and Social Anthropology</a> (Scopus) [Q4]</li><li><a href="https://www.revistaavft.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Archivos Venezolanos de Farmacologia y Terapeutica</a> (Scopus) [Q4]</li><li><a href="https://wvj.science-line.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">World&#8217;s Veterinary Journal</a> (Scopus) [Q4]</li><li><a href="https://www.rjptonline.org/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Research Journal of Pharmacy and Technology</a> (Scopus) [Q3]</li><li><a href="https://iopscience.iop.org/journal/1742-6596" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Physics: Conference Series</a> (Scopus) [Q3]</li><li><a href="http://sersc.org/journals/index.php/IJAST/index" target="_blank" rel="noreferrer noopener">International journal of advanced science and technology</a> (Scopus) [Q3]</li><li><a href="https://ores.su/en/journals/journal-of-prime-research-in-mathematics/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Journal of Prime Research in Mathematics</a> (Scopus) [Q3]</li><li><a href="https://www.rjptonline.org/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Research Journal of Pharmacy and Technology</a> (Scopus) [Q3]</li><li><a href="https://www.ijrte.org/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">International Journal of Recent Technology and Engineering (IJRTE)</a> (Scopus)</li></ol>



<p>Sekian dulu post kali ini tentang daftar jurnal yang harus dihindari oleh dosen, semoga list kali ini membantu kita semua dalam menghindari jurnal-jurnal yang predator. Tentu saja jurnal yang harus dihindari ini tidak terbatas pada ini saja. Masih terdapat Beall’s list predatory journals yang dapat dilihat.</p>



<p>Jangan lupa untuk mengecek Instagram kami di <a href="https://instagram.com/koas2doctor" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@koas2doctor</a> dan juga podcast kami di Koas2Doctor di manapun kalian mendengarkan podcast kalian.</p>



<p>As always, we will see you guys soon!</p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/daftar-jurnal-yang-harus-dihindari-dosen/">Daftar Jurnal Yang Harus Dihindari Dosen</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/daftar-jurnal-yang-harus-dihindari-dosen/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tutorial Cara Download Video Google Drive Tanpa Access</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/tutorial-cara-download-video-google-drive-tanpa-access/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/tutorial-cara-download-video-google-drive-tanpa-access/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2022 17:36:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips & Tricks Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Download Video]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Google Drive]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=829</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halo semua, kembali lagi dengan another K2D tutorial dan disini kita akan membahas tutorial cara download video google drive tanpa access! Bila bermanfaat, bisa disimpan, dilike, dan dishare ya! Disclaimer: tujuan dari post ini adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/tutorial-cara-download-video-google-drive-tanpa-access/">Tutorial Cara Download Video Google Drive Tanpa Access</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halo semua, kembali lagi dengan another K2D tutorial dan disini kita akan membahas tutorial cara download video google drive tanpa access! Bila bermanfaat, bisa disimpan, dilike, dan dishare ya!</p>



<p>Disclaimer: tujuan dari post ini adalah untuk membantu para k2d-ers dalam menyimpan video secara offline untuk kepentingan pribadi saja. Tentu saja kita harus mematuhi semua peraturan dan ketentuan yang ditentukan oleh pembuat webinar tersebut.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://koas2doctor.com/id/tutorial-cara-download-video-youtube-undownloadable/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Tutorial Cara Download Video Youtube (Undownloadable)</a></p>



<p>Without further ado, gini ya caranya!</p>



<p>Step 1: Buka video google drive yang tanpa access tersebut (tidak akan ada tombol download)</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="538" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.1-1024x538.png" alt="Gambar 1. Tidak ada tombol download pada video yang tidak diberikan izin untuk mendownload" class="wp-image-830" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.1-1024x538.png 1024w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.1-300x158.png 300w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.1-768x403.png 768w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.1-1536x806.png 1536w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.1-18x9.png 18w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.1-795x417.png 795w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.1.png 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Gambar 1. Tidak ada tombol download pada video yang tidak diberikan izin untuk mendownload</figcaption></figure>



<p>Step 2: Tekan control+shift+J atau klik kanan tombol mouse/mousepad dan pilih inspect</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="538" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.2-1024x538.png" alt="Gambar 2. Tekan control+shift+J atau klik kanan tombol mouse/mousepad dan pilih inspect" class="wp-image-831" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.2-1024x538.png 1024w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.2-300x158.png 300w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.2-768x403.png 768w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.2-1536x806.png 1536w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.2-18x9.png 18w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.2-795x417.png 795w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.2.png 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Gambar 2. Tekan control+shift+J atau klik kanan tombol mouse/mousepad dan pilih inspect</figcaption></figure>



<p>Step 3: Pilih tab “network” kemudian cari “videoplayback” dan klik dua kali pada link tersebut. Bila membingungkan, salah satu opsinya adalah mencari file dengan memori terbesar. Biasanya, file tersebut adalah link untuk file videonya</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="539" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.3-1024x539.png" alt="Gambar 3. Pilih tab “network” kemudian cari “videoplayback” dan klik dua kali pada link tersebut" class="wp-image-832" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.3-1024x539.png 1024w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.3-300x158.png 300w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.3-768x404.png 768w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.3-1536x808.png 1536w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.3-18x9.png 18w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.3-795x418.png 795w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.3.png 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Gambar 3. Pilih tab “network” kemudian cari “videoplayback” dan klik dua kali pada link tersebut</figcaption></figure>



<p>Step 4: Akan muncul pada tab baru videonya dan akan muncul pula tombol titik tiga vertikal pada sudut kanan bawah video seperti sesuai di gambar. Klik pada tombol titik tiga tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="538" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.4-1024x538.png" alt="Gambar 4. Klik tombol titik tiga yang ada di sudut kanan bawah video" class="wp-image-833" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.4-1024x538.png 1024w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.4-300x158.png 300w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.4-768x404.png 768w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.4-1536x807.png 1536w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.4-18x9.png 18w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.4-795x418.png 795w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.4.png 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Gambar 4. Klik tombol titik tiga yang ada di sudut kanan bawah video</figcaption></figure>



<p>Step 5. Tekan tombol download dan video sudah siap ditonton secara offline</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="538" src="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.5-1024x538.png" alt="Step 5. Tekan tombol download" class="wp-image-834" srcset="https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.5-1024x538.png 1024w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.5-300x158.png 300w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.5-768x404.png 768w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.5-1536x807.png 1536w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.5-18x9.png 18w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.5-795x418.png 795w, https://koas2doctor.com/wp-content/uploads/2022/04/1.5.png 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Step 5. Tekan tombol download</figcaption></figure>



<p>Nah, mudah kan semua? Jadi, sekian dulu ya tutorial singkat cara download video google drive tanpa access! Jangan lupa untuk memfollow instagram kami di @koas2doctor untuk update terbaru dan juga dengarkan podcast kami dimanapun anda mendengarkan podcast kesayangan Anda! But otherwise, we will see you guys soon!</p>



<p>Credits to <a href="https://www.instagram.com/michelle_patricia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Michelle Patricia Mulyono</a> for providing us with the pictures and the way to download this video!</p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/tutorial-cara-download-video-google-drive-tanpa-access/">Tutorial Cara Download Video Google Drive Tanpa Access</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/tutorial-cara-download-video-google-drive-tanpa-access/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Episode 27: Dokter Sebagai &#8220;Influencer&#8221; (Ft. dr. Cecilita Indrawan)</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/episode-27-dokter-sebagai-influencer-ft-dr-cecilita-indrawan/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/episode-27-dokter-sebagai-influencer-ft-dr-cecilita-indrawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2022 09:30:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Podcast Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Podcast]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=822</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halo semua! Kali ini, kita akan membahas sebuah topik yang masih relatif baru di dunia kedokteran. Well, not exactly baru, tapi ketika regulasi yang jelas baru saja diimplementasikan 1-2 tahun mengenai topik ini, fair to [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/episode-27-dokter-sebagai-influencer-ft-dr-cecilita-indrawan/">Episode 27: Dokter Sebagai &#8220;Influencer&#8221; (Ft. dr. Cecilita Indrawan)</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><iframe loading="lazy" src="https://anchor.fm/koas2doctor/embed/episodes/Episode-27-Dokter-Sebagai-Influencer-Ft--dr--Cecilita-Indrawan-e1fpag1" height="180px" width="100%" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:180px"></iframe></p>
<p>Halo semua!</p>
<p>Kali ini, kita akan membahas sebuah topik yang masih relatif baru di dunia kedokteran. Well, <em>not exactly baru</em>, tapi ketika regulasi yang jelas baru saja diimplementasikan 1-2 tahun mengenai topik ini, <em>fair to say</em> ini masih relatif baru lah ya.</p>
<p>Bersama dengan <a href="https://www.instagram.com/dr.cecilita/" target="_blank" rel="noopener">dr. Cecilita Indrawan</a>, kita akan ngebahas nihapa motivasinya menjadi seorang influencer, bagaimana caranya, dan apa aja sih plus and minusnya?</p>
<p>Konten utama kami terdapat di <a href="https://koas2doctor.com/id/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">koas2doctor.com</a> dan instagram kami di <a href="https://www.instagram.com/koas2doctor/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">@koas2doctor</a>. Please do support us dengan cara mengunjungi dan memfollow social media account kami.</p>
<p>All comments are welcomed via our blogs atau melalui <a href="https://koasdoct@gmail.com/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">email kami</a>!</p>
<p>Music used for this podcast is credited to <a href="https://pixabay.com/music/beats-awakening-instrumental-1165/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">Jonas Bjørnstad</a></p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/episode-27-dokter-sebagai-influencer-ft-dr-cecilita-indrawan/">Episode 27: Dokter Sebagai &#8220;Influencer&#8221; (Ft. dr. Cecilita Indrawan)</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/episode-27-dokter-sebagai-influencer-ft-dr-cecilita-indrawan/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Episode 26: Koas Universitas Lain Gimana Sih? (Aryo Wiratama Yudha, S.Ked)</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/episode-26-koas-universitas-lain-gimana-sih-aryo-wiratama-yudha-s-ked/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/episode-26-koas-universitas-lain-gimana-sih-aryo-wiratama-yudha-s-ked/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2022 09:24:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Podcast Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[koas]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Podcast]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=821</guid>

					<description><![CDATA[<p>Disaat kita selalu menceritakan tentang UPH dan UPH only, mungkin kalian berfikir &#8220;Koas tuh kayak gitu aja ya?&#8221; Semua sama ya?&#8221; Nah, makanya disini kita mengundang kembali si Aryo, di mana dia akan menceritakan tentang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/episode-26-koas-universitas-lain-gimana-sih-aryo-wiratama-yudha-s-ked/">Episode 26: Koas Universitas Lain Gimana Sih? (Aryo Wiratama Yudha, S.Ked)</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><iframe loading="lazy" src="https://anchor.fm/koas2doctor/embed/episodes/Episode-26-Koas-Universitas-Lain-Gimana-Sih--Aryo-Wiratama-Yudha--S-Ked-e1fel5u" height="180px" width="100%" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:180px"></iframe></p>
<p>Disaat kita selalu menceritakan tentang UPH dan UPH only, mungkin kalian berfikir &#8220;Koas tuh kayak gitu aja ya?&#8221; Semua sama ya?&#8221;</p>
<p>Nah, makanya disini kita mengundang kembali si <a href="https://www.instagram.com/aryowy/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">Aryo</a>, di mana dia akan menceritakan tentang pengalaman koasnya di instansi lainnya. Apakah sama? Kalau beda, bedanya gimana sih? Jangan lupa didengerin dan dishare ya!</p>
<p>Konten utama kami terdapat di <a href="https://koas2doctor.com/id/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">koas2doctor.com</a> dan instagram kami di <a href="https://www.instagram.com/koas2doctor/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">@koas2doctor</a>. Please do support us dengan cara mengunjungi dan memfollow social media account kami.</p>
<p>All comments are welcomed via our blogs atau melalui <a href="https://koasdoct@gmail.com/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">email kami</a>!</p>
<p>Music used for this podcast is credited to <a href="https://pixabay.com/music/beats-awakening-instrumental-1165/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">Jonas Bjørnstad</a></p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/episode-26-koas-universitas-lain-gimana-sih-aryo-wiratama-yudha-s-ked/">Episode 26: Koas Universitas Lain Gimana Sih? (Aryo Wiratama Yudha, S.Ked)</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/episode-26-koas-universitas-lain-gimana-sih-aryo-wiratama-yudha-s-ked/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Episode 25: Tanggung Jawab Gak Loe?</title>
		<link>https://koas2doctor.com/id/episode-25-tanggung-jawab-gak-loe/</link>
					<comments>https://koas2doctor.com/id/episode-25-tanggung-jawab-gak-loe/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Koas2doctor]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2022 01:42:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Podcast Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Koas2Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[Podcast]]></category>
		<guid ispermalink="false">https://koas2doctor.com/?p=813</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggung jawab. Dua kata yang langsung jadi beban, terutama kalau yang denger ini laki-laki. Oke itu beda konteks, tapi kalian yang masih preklinik atau koas, ngerasa ga sih tanggung jawab kalian itu apa sebagia dokter [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/episode-25-tanggung-jawab-gak-loe/">Episode 25: Tanggung Jawab Gak Loe?</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><iframe loading="lazy" src="https://anchor.fm/koas2doctor/embed/episodes/Episode-25-Tanggung-Jawab-Gak-Loe-e1f5jri" height="180px" width="100%" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:180px"></iframe></p>
<p>Tanggung jawab. Dua kata yang langsung jadi beban, terutama kalau yang denger ini laki-laki.</p>
<p>Oke itu beda konteks, tapi kalian yang masih preklinik atau koas, ngerasa ga sih tanggung jawab kalian itu apa sebagia dokter nantinya? Sudah kerasa belum sih hidup matinya pasien itu ada di tangan siapa?</p>
<p>Gimana pengalaman gue dan Nicholas untuk bertanggung jawab dengan pasien selama di koas, internship, dan dokter umum? Ada cerita apa sih?</p>
<p>Pengen dengar <em>tea</em>-nya? Didownload, didengerin, dan dishare ya!</p>
<p>Konten utama kami terdapat di <a href="https://koas2doctor.com/id/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">koas2doctor.com</a> dan instagram kami di <a href="https://www.instagram.com/koas2doctor/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">@koas2doctor</a>. Please do support us dengan cara mengunjungi dan memfollow social media account kami.</p>
<p>All comments are welcomed via our blogs atau melalui <a href="https://koasdoct@gmail.com/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">email kami</a>!</p>
<p>Music used for this podcast is credited to <a href="https://pixabay.com/music/beats-awakening-instrumental-1165/" rel="ugc noopener noreferrer" target="_blank">Jonas Bjørnstad</a></p><p>The post <a href="https://koas2doctor.com/id/episode-25-tanggung-jawab-gak-loe/">Episode 25: Tanggung Jawab Gak Loe?</a> appeared first on <a href="https://koas2doctor.com/id">Koas2Doctor</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentrss>https://koas2doctor.com/id/episode-25-tanggung-jawab-gak-loe/feed/</wfw:commentrss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 39/201 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching 8/73 queries in 0.200 seconds using Redis

Served from: koas2doctor.com @ 2026-10-07 09:50:58 by W3 Total Cache
-->