{"id":115,"date":"2020-06-21T16:59:41","date_gmt":"2020-06-21T09:59:41","guid":{"rendered":"https:\/\/koas2doctor.com\/?p=115"},"modified":"2020-06-21T16:59:44","modified_gmt":"2020-06-21T09:59:44","slug":"pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/","title":{"rendered":"Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran"},"content":{"rendered":"<p>Pernahkah kalian kesulitan untuk memahami sebuah konsep? Dan berapa kali kalian juga melewatkan <em><a href=\"http:\/\/quora.com\/What-is-basic-science#:~:text=Basic%20science%20principally%20refers%20to%20the%20scientific%20disciplines%20of%20Physics,as%20to%20their%20sub-disciplines.&amp;text=The%20principal%20idea%20behind%20something%20being%20labelled%20as%20basic%20science,better%20understanding%20of%20natural%20phenomena.\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">basic science<\/a><\/em> untuk topik tersebut?<\/p>\n\n\n\n<p><em>Basic science<\/em> merupakan sebuah ilmu-ilmu dasar yang digunakan sebagai fondasi untuk memahami sebuah konsep.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"587\" height=\"441\" src=\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-2.png\" alt=\"Pentingnya Basic Science Dalam Dunia Kedokteran\" class=\"wp-image-117\" srcset=\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-2.png 587w, https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-2-300x225.png 300w\" sizes=\"(max-width: 587px) 100vw, 587px\" \/><figcaption>Pentingnya Basic Science Dalam Dunia Kedokteran<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam dunia kedokteran, <em>basic science<\/em> ini terdiri dari anatomi, fisiologi, histologi, patologi (baik anatomi maupun klinik), farmakologi, dan epidemiologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila rumah memiliki fondasi, maka <em>basic science<\/em> adalah dasar yang harus dimiliki oleh semua calon dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Permasalahannya? Hampir semua mahasiswa kedokteran tidak suka belajar <em>basic science<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka menganggap basic science adalah pelajaran seorang anak SMA.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka menganggap basic science tidak penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka ingin langsung mempelajari \u201c<em>the cool stuffs<\/em>\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, bagaimana caranya sebuah rumah dapat berdiri kokoh tanpa fondasi yang kuat?<\/p>\n\n\n\n<p><em>Basic science <\/em>biasanya dipelajari dalam tahun pertama dunia kedokteran. Pada masa ini, para calon dokter diharapkan dapat menguasai seluruh ilmu <em>basic sciences<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu tahun pertama ini akan saya sebut dengan <em>golden year<\/em>. Mengapa?<\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat masuk tahun kedua, para calon dokter sudah mulai masuk dalam dunia blok di mana sistem pembelajaran sudah akan sangat berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada lagi menghafal substrat apa saja yang bekerja dalam siklus Krebs.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada lagi menghafal bagaimana jalur impuls dari sistem saraf pusat ke perifer.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada lagi menghafal struktur kelenjar di saluran cerna di bawah mikroskop (yang <em>to be fair<\/em> semuanya berwarna pink dan ungu).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam satu tahun itu merupakan sebuah rentang waktu yang ideal untuk benar-benar memahami <em>basic science<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Note: memahami bukan menghafalkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"What is Science? | Introduction To Science | Letstute\" width=\"1170\" height=\"658\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/yiTVkCy7DwA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Apabila para calon dokter berusaha untuk menghafalkan <em>basic science<\/em>, mungkin hal itu dapat membantunya dalam rentang waktu singkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ketika dihadapkan dengan sebuah konsep yang diperlukan logika berfikir, Anda mungkin akan sulit untuk menerapkan konsep tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah mengapa para calon dokter biasanya mampu mendapatkan nilai yang cukup baik pada tahun pertama namun setelah itu jeblok nilainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa disebabkan karena menghafal konsep, belajar dengan sistem SKS, atau keduanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang telah dibahas pada post sebelumnya, time management merupakan sebuah konsep yang sangat penting dalam dunia kedokteran.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/perbedaan-sma-dan-fakultas-kedokteran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Baca juga: Perbedaan SMA dan Fakultas Kedokteran<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Satu tahun tersebut merupakan waktu yang tidak bisa diambil kembali. <em>Either you gain from it or you lose it<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila kalian tidak menguasai konsep basic science pada tahun pertama, <em>you lose it<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi kalian yang sudah menguasai konsep basic science, <em>you are one step ahead<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang kalian pelajari dalam tahun pertama merupakan modal penting untuk melangkah kedepan.<\/p>\n\n\n\n<p>Para dosen biasanya tidak menunggu kalian untuk membaca kembali <em>basic science<\/em> pada tahun kedua.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesalahan yang fatal dapat berupa menganggap remeh <em>basic science<\/em> sehingga tidak menguasainya atau langsung ingin mempelajari <em>the cool stuff<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebanyakan ini bersumber dari yang namanya <em>peer pressure<\/em>. Namun, itu akan menjadi topik di lain hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Singkatnya, ketika kalian mendengar teman kalian membahas dan menjelaskan tentang sebuah penyakit atau kondisi yang terkesan keren atau terlalu <em>advanced<\/em>, kalian akan bertanya pada diri kalian sendiri: \u201cLho kok, aku tidak mempelajari bahan itu?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian sebuah siklus setan berantai muncul ketika kalian akan jatuh ke lubang yang sama untuk mempelajari hal yang keren tersebut dan melupakan <em>basic science<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Percayalah, sama seperti merokok, melupakan <em>basic science<\/em> tidak keren.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, kalian telah melupakan <em>basic science<\/em> dan kalian masuk ke tahun kedua dengan modal yang pas-pasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian masuk ke blok ginjal dan diminta untuk membaca mengenai infeksi saluran kemih (ISK).<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kalian perlu untuk menjelaskan sistem filtrasi urin dari awal hingga akhir: dari proses di tubulus, <em>counter-current mechanism<\/em> hingga elektrolit apa saja yang diabsorbsi dan di lengkung mana.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, kalian hanya memfokuskan kepada ISK saja tanpa menghimbaukan anatomi dan fisiologinya, seperti yang sudah dilakukan dari tahun pertama.<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkinkah lulus? Mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisakah Anda menjadi dokter yang baik? Kemungkinan besar tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu kemampuan dokter adalah mengerti penyakit yang sedang terjadi dan memberikan pengobatan dan edukasi yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana kalian bisa menjelaskan sebuah penyakit tanpa mengetahui dasar normalnya?<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, bagaimana kalian bisa menjelaskan sebuah penyakit bila kalian tidak mengetahui apa yang berubah dari normalnya?<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, kalian akan menyadari bahwa dunia kedokteran itu \u201csulit\u201d dan \u201chanya untuk orang pintar\u201d dan memilih salah satu skenario di bawah:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Menyerah dan belajar seadanya hanya untuk lulus<\/li><li>Mulai mencoba menyicil kembali <em>basic science<\/em> dan belajar penyakitnya sekaligus<\/li><li>Menyerah total<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sekarang, bayangkan kalian sedang mempelajari <em>Left Ventricular Heart Failure<\/em> (LVHF) di mana kalian sudah menguasai <em>basic science<\/em> blok kardiologi.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Eazy Peazy Lemon Squeezy<\/em>, bukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian sudah tahu bagaimana cara konduksi jantung terjadi. Para calon dokter juga sudah mengetahui anatomi dari pembuluh darah koroner.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian juga sudah mengetahui bagaimana histologi dan patologi dari miosit dari infark sangat akut (1 jam pertama) hingga terjadinya fibrosis yang disebabkan oleh <em>fibroblast growth factor<\/em> (FGF) dan protein-protein lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mengingat kembali ilmu dasarnya, kalian pasti akan dapat memahami patofisiologi dari LVEF secara cepat dan apa dampak sistemiknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga, seringkali para calon dokter tidak perlu menghafalkan LVEF namun memahaminya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini akan berdampak dalam jangka panjang di mana koas dan UKMPPD sendiri sebenarnya adalah termasuk dalam jangka pendek.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangka panjang tujuan dari Anda belajar ini adalah untuk menyelamatkan pasien.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami sebuah penyakit, ketika Anda menganamnesis dan melakukan pemeriksaan fisik, Anda tidak perlu lagi membaca kembali teorinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Cukup mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari dan obatilah pasien Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena namanya <em>basic science <\/em>atau ilmu dasar, banyak sekali murid-murid kedokteran yang menganggap sebelah mata.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, seringkali mereka melupakan bahwa ilmu dasar inilah yang akan membantu mereka untuk melangkah kedepan.<\/p>\n\n\n\n<p>Poin terakhir yang ingin saya tekankan adalah kalian sebagai calon dokter akan menempatkan diri kalian dalam posisi yang merugikan dengan membuang ilmu <em>basic science<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaannya: \u201cNgapain rugiin diri sendiri?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menguasai <em>basic science<\/em>, kalian dapat mengembangkan diri kalian. Kalian dapat mencoba untuk belajar lebih lanjut di luar negeri dengan mengambil USMLE misalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kalian dapat menulis paper-paper berkualitas menggunakan ilmu <em>basic science<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin kalian tidak menyadari ini namun ketika seorang ilmuwan tidak mengetahui suatu mekanisme penyakit, maka kita akan kembali ke dasar yaitu basic science.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan dasar yang diteliti dapat mencapai struktur biomolekuler, genetika, epigenetika hingga studi metabolomik.<\/p>\n\n\n\n<p><em>How do I know this? Cause I have wrriten one or two papers about basic science<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara kesimpulan, perkayalah diri kalian dengan basic science. Ilmu dasar yang berlimpah tidak akan merugikan Anda apabila dipelajari pada waktunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa juga untuk belajar memahami. Bukan mengahafal.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingin lebih tau cara belajar <em>basic science <\/em>yang benar? Tunggu artikel berikutnya, ya!<\/p>\n\n\n\n<p><em>Written by<\/em>: Gilbert Sterling O.<br><em>Edited by<\/em>: Nicholas Gabriel H.R.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kalian kesulitan untuk memahami sebuah konsep? Dan berapa kali kalian juga melewatkan basic science untuk topik tersebut?<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":116,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[22,23,14,13,24],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran - Koas2Doctor<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Banyak mahasiswa kedokteran yang masih menanggap remeh pentingnya basic science. Sebenarnya, seberapa penting basic science itu?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran - Koas2Doctor\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Banyak mahasiswa kedokteran yang masih menanggap remeh pentingnya basic science. Sebenarnya, seberapa penting basic science itu?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Koas2Doctor\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-06-21T09:59:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-06-21T09:59:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"644\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"364\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Koas2doctor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Koas2doctor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/\"},\"author\":{\"name\":\"Koas2doctor\",\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/#\/schema\/person\/0c717bd3cfcf33c8b004c1c0018e7604\"},\"headline\":\"Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran\",\"datePublished\":\"2020-06-21T09:59:41+00:00\",\"dateModified\":\"2020-06-21T09:59:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/\"},\"wordCount\":1049,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-1.png\",\"keywords\":[\"Basic Science\",\"Belajar\",\"fk\",\"kedokteran\",\"koas\"],\"articleSection\":[\"Tips &amp; Tricks Fakultas Kedokteran\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/\",\"url\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/\",\"name\":\"Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran - Koas2Doctor\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-1.png\",\"datePublished\":\"2020-06-21T09:59:41+00:00\",\"dateModified\":\"2020-06-21T09:59:44+00:00\",\"description\":\"Banyak mahasiswa kedokteran yang masih menanggap remeh pentingnya basic science. Sebenarnya, seberapa penting basic science itu?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-1.png\",\"width\":644,\"height\":364,\"caption\":\"Basic Science di Dunia Kedokteran Sangat Penting\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/\",\"name\":\"Koas2Doctor\",\"description\":\"Mentor Anda Dalam Menghadapi Dunia Kedokteran\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/#organization\",\"name\":\"Koas2Doctor\",\"url\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/cropped-FAVICON-BENER-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/cropped-FAVICON-BENER-1.png\",\"width\":498,\"height\":500,\"caption\":\"Koas2Doctor\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/#\/schema\/person\/0c717bd3cfcf33c8b004c1c0018e7604\",\"name\":\"Koas2doctor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/cropped-FAVICON-BENER-1-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/cropped-FAVICON-BENER-1-96x96.png\",\"caption\":\"Koas2doctor\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/koas2doctor.com\"],\"url\":\"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/author\/koas2doctor\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran - Koas2Doctor","description":"Banyak mahasiswa kedokteran yang masih menanggap remeh pentingnya basic science. Sebenarnya, seberapa penting basic science itu?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran - Koas2Doctor","og_description":"Banyak mahasiswa kedokteran yang masih menanggap remeh pentingnya basic science. Sebenarnya, seberapa penting basic science itu?","og_url":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/","og_site_name":"Koas2Doctor","article_published_time":"2020-06-21T09:59:41+00:00","article_modified_time":"2020-06-21T09:59:44+00:00","og_image":[{"width":644,"height":364,"url":"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-1.png","type":"image\/png"}],"author":"Koas2doctor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Koas2doctor","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/"},"author":{"name":"Koas2doctor","@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/#\/schema\/person\/0c717bd3cfcf33c8b004c1c0018e7604"},"headline":"Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran","datePublished":"2020-06-21T09:59:41+00:00","dateModified":"2020-06-21T09:59:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/"},"wordCount":1049,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-1.png","keywords":["Basic Science","Belajar","fk","kedokteran","koas"],"articleSection":["Tips &amp; Tricks Fakultas Kedokteran"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/","url":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/","name":"Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran - Koas2Doctor","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-1.png","datePublished":"2020-06-21T09:59:41+00:00","dateModified":"2020-06-21T09:59:44+00:00","description":"Banyak mahasiswa kedokteran yang masih menanggap remeh pentingnya basic science. Sebenarnya, seberapa penting basic science itu?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#primaryimage","url":"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-1.png","contentUrl":"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Untitled-1.png","width":644,"height":364,"caption":"Basic Science di Dunia Kedokteran Sangat Penting"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/pentingnya-basic-science-di-dunia-kedokteran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/koas2doctor.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pentingnya Basic Science di Dunia Kedokteran"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/#website","url":"https:\/\/koas2doctor.com\/","name":"Koas2Doctor","description":"Mentor Anda Dalam Menghadapi Dunia Kedokteran","publisher":{"@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/koas2doctor.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/#organization","name":"Koas2Doctor","url":"https:\/\/koas2doctor.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/cropped-FAVICON-BENER-1.png","contentUrl":"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/cropped-FAVICON-BENER-1.png","width":498,"height":500,"caption":"Koas2Doctor"},"image":{"@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/#\/schema\/person\/0c717bd3cfcf33c8b004c1c0018e7604","name":"Koas2doctor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/koas2doctor.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/cropped-FAVICON-BENER-1-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/koas2doctor.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/cropped-FAVICON-BENER-1-96x96.png","caption":"Koas2doctor"},"sameAs":["http:\/\/koas2doctor.com"],"url":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/author\/koas2doctor\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115"}],"collection":[{"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":118,"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115\/revisions\/118"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koas2doctor.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}