Tips dan Tricks Belajar Stase Koas Ilmu Penyakit Dalam

Tips Belajar (Ala dr. Nicholas Gabriel) – Edisi Koas Penyakit Dalam

Ok guys, ini adalah seri pertama dari seri “tips belajar saat koas” yang akan gw buat (karena banyaknya tekanan dari Gilbert buat bikin artikel). Kali ini, kita akan membahas tips belajar saat koas edisi stase penyakit dalam (IPD)

Gw kepikiran buat artikel-artikel ini karena baru kepikiran juga bahwa saat koas itu waktu sangat terbatas. Dan yang pasti waktu untuk belajar juga sedikit, karena itu gw mau sharing aja pengalaman gw pribadi gimana bisa survive selama gw koas.

Baca Juga: Gimana Sih Cara Belajar Pas Koas?

For Your Information (FYI) menurut gw koas itu berat, tapi sebetulnya semuanya masih sangat bisa di manage. Dalam artian saat koas gw masih punya waktu untuk gym, makan, dan waktu untuk hiburan (sedikit).

Dan yang paling penting nilai gw juga ga yang jelek2 amat saat koas.

Soo yeah menurut gw gw cukup sukses saat koas.

Kenapa mulai dari penyakit dalam? Karena itu adalah stase pertama gw. Apakah yang setelah ini akan urut sesuai stase yang gw alami saat koas? Ga juga sih.

Yah cukup buat pembukaannya, sekarang kita masuk ke isi dari artikel ini yang dimana gua akan membahas tips belajar selama koas untuk edisi stase Ilmu Penyakit Dalam (IPD).

Stase penyakit dalam itu bisa dibilang salah satu stase yang sebetulnya bahan belajarnya paling banyak.

Basically semua organ yang ada di dalam torso kita, beserta dengan semua penyakit – penyakitnya itu bisa masuk ke dalam penyakit dalam.

Ini akan beda – beda tergantung dari tempat koas kalian, tetapi kalau di UPH biasanya kita dibagi menjadi penyakit dalam, jantung, dan paru.

Nah untuk yang bagian penyakit dalam tergantung dari perseptor yang kalian ikutin, biasanya foskusnya juga akan sesuai dengan sub-spesialisasi masing – masing konsulen.

Misalnya kalau kalian kebetulan dapat sp.PD KGEH (Konsultan gastro entero hepatic) kalian akan lebih terpapar ke organ pencernaan dan penyakit – penyakit yang menyertainya. Kalau kalian sedang ikut KGH (Konsultan Ginjal dan Hipertensi) ya kalian akan lebih terpapar dengan perginjalan.

Kalau buat gw pribadi, kebetulan dapat koas di rumah sakit yang penyakit dalamnya perseptornya hanya 2 dokter dan kebetulan 2 2nya belum mengambil sub-spesialis, sehingga yang gw dapat tidak terlalu spesifik ke organ tertentu.

Nah trik yang bisa kalian pakai saat menjalani koas penyakit dalam seperti yang telah dijelaskan di atas adalah; jadilah orang yang spesifik juga.

Jadi orang spesifik maksudnya adalah kalian pelajari penyakit sesuai dengan dokter yang kalian ikuti.

Akan lebih bagus lagi kalau kalian sudah ada operan tentang kebiasaan dokter tersebut, karena terkadang di operan tersebut sudah disebutkan kasus yang sering dijumpai dan perlu di pelajari bila mengikuti dokter tersebut.

Tapi kalau g ada operan yang sebagus itu, yah kalau gw pribadi biasa akan menggunakan ilmu educated guess untuk menentukan hal yang perlu gw baca sebelum ikut dokternya, lalu setelah beberapa hari ikut maka biasanya sudah jelas penyakit apa saja yang sering ditangani oleh dokter itu dan dari situ mana saja yang harus kalian baca-baca.

Dan kalau untuk penyakit dalam, yang menurut gw penting untuk tau itu adalah: standar gambaran dan gejala umum penyakitnya, pemeriksaan fisik yang khas saja, dan yang paling penting adalah kalian tau guidelines terbaru penyakit tersebut.

CONTOH:

Gw saat mengikut dokter sp.PD di RS tempat gw koas IPD dulu, memperhatikan bahwa penyakit yang sering ada di poli adalah DM tipe 2 dan yang ada di bangsal adalah Typhoid fever.

Jadi gw saat itu baca pedoman DM dari PERKENI dan baca mengenai typhoid dari kapita selekta.

Yes kapita selekta, gw g bakal bacot bilang gw baca dari buku IPD UI atau harrisons. Karena jujur saat koas gw udah g ada semangat buat baca ulang buku2 besar seperti itu.

Those books are for pre-clinical reads  dan untuk orang2 yang memang mau menjadi sp.PD

Selain 2 itu gw baca – baca dari kapita selekta atau even dari search google singkat kalau memang kebetulan ketemu kasus – kasus yang menarik atau gw masih kurang jelas.

Untuk dokter sp.JP gw rasa akan sama di manapun kalian koas, kalian harus tau A – Z tentang Hipertensi DAN CAD (coronary artery disease) termasuk ACS (Acute coronary syndrome)  dan tatalaksana awal UGD untuk ACS dan ACLS (advanced cardiac life support)

Gua sarankan untuk hipertensi dan CAD basicnya baca dari Lilly’s pathophysiology of heart disease (kalau kalian belum pernah baca saat pre klinik) dan untuk guidelines baca dan hafalkan tatalaksana ACS dan henti jantung dari guidelines ACLS (cari aja di google image pasti muncul).

PASTIKAN BISA BACA EKG MINIMAL STEMI.

Untuk stase paru. 3 kata: ASMA, COPD, TB.

Untungnya ketiganya ada ringkasan lengkapnya di GINA, GOLD, dan buku TB dari PDPI.

Minimal kalian tahu untuk kriteria diagnosis dan treatmentnya ya guys.

Ga banyak kok. Kalau kalian extra (atau ditanya konsulen) boleh cari tahu sampai ke pathophysiologinya.

Oh dan ini gw pribadi ga dapat, tapi teman – teman angkatan gw yang stase di rumah sakit lain biasanya juga suka keluar saat ujian tentang shock. Terutama shock yang berhubungan dengan penyakit dalam (septic shock, cardiogenic shock)

Oke sih, menurut gw untuk stase IPD gw dulu yang krusial harus tahu itu, sisanya lebih baik disesuaikan sesuai dengan sikon kalian saat menjalani stasenya.

Kalau ada yang kurang jelas bisa ditanya di kolom komentar ya gaes. Sekian dulu post kali ini mengenai tips belajar edisi koas penyakit dalam. Meanwhile, silahkan follow instagram kami di @koas2doctor dan dengarkan podcast kami (Koas2Doctor) dimanapun kalian mendengarkan podcast.

Until next time

-N.G.H.R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish