Apa itu koas pato

Mengenali Koas Pato: Sebenarnya apa itu?

Mengenali koas pato mungkin mudah bagi yang sudah selesai koas. Namun bagi yang belum tahu, sebenarnya apa itu koas pato?

Sebelum gw mulai post blog ini, mari kita samakan persepsi dulu.

Untuk mengenali koas pato, kita harus bertanya: “Sebenarnya apa itu koas pato?”

Koas Patologis
Koas Patologis

Terbentuk dari 2 kata: “koas” dan “patologis”.

Per definisi:

Koas: Bentuk pre-evolusi dari seorang dokter. Merupakan suatu makhluk yang berada di rantai paling bawah dari tatanan kekuasaan di rumah sakit. Letaknya persis di bawah debu yang ada di bawah keset di rumah sakit.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=VMEKx2_WoOA[/embedyt]

Patologis: Suatu keadaan yang diluar normal dan konotasinya ke arah penyakit atau sesuatu yang buruk.

Contoh: Kanker adalah jaringan patologis. Necrosis caseosa adalah patologis dari jaringan tuberculosis.

Koas patologis: Versi rusak dari suatu koas.

Maksudnya gimana sih versi rusak dari koas?

Yah kita semuakan tau ya, bahwa kehidupan sebuah koas itu tidak bisa dibilang mudah. Berada di rantai paling bawah dari suatu ekosistem berarti banyak perjuangan yang harus dilakukan untuk bertahan hidup.

Baca juga: 15 Stase Yang Dilewati Koas!

Untuk mengenali apa itu sebenarnya koas pato, kita harus mengambil contoh sehari-hari

Dimulai dari melakukan pekerjaan – pekerjaan apapun yang diminta selama di dalam (dan terkadang di luar) rumah sakit, follow-up pasien, ditanya – tanya dan di bantai mengenai pasien yang di follow-up, sampai tugas – tugas ilmiah seperti referat dan presentasi kasus.

Semua tugas tersebut harus diselesaikan sambal melewati ancaman berupa kemarahan konsulen, maupun kesensian dari staff rumah sakit maupun tenaga Kesehatan lain apabila koas tersebut tidak melakukan tugasnya dengan baik atau memiliki attitude yang jelek.

LEBIH PARAHNYA LAGI, jika ada 1 koas yang attitude-nya jelek, terkadang sensi yang terpicu akan merambat ke semua koas yang lain. Otomatis hidup yang sudah sulit akan bertambah 2x lipat (atau mungkin lebih) lebih sulit.

Tentunya dengan keadaan yang seperti itu LOGIKANYA koas itu harus saling bahu membahu dan saling membantu satu sama lain kan? Sama seperti sel di tubuh yang saling bahu – membahu untuk kelangsungan fisiologis tubuh kita.

 Mungkin jika kalian memang bukan seorang yang team player paling tidak SEHARUSNYA kalian punya cukup akal sehat dan hati nurani untuk melaksanakan tanggung jawab kalian dan tidak melakukan hal – hal yang akan merepotkan teman kalian.

Katanya kuncinya adalah seharusnya.

Sama seperti kalau ada sel yang menjadi kanker maka sel itu akan menjadi suatu jaringan yang patologis.

Sesuai namanya sudah bisa ditebakkan? Koas patologis adalah koas yang ibarat sel kanker dimana keberadaannya akan menghancurkan dirinya sendiri dan terlebih penting: koas lain di sekitarnya.

Jadi contoh konkritnya bagaimana?
Yah kita ambil saja dari pengalaman gw ya.

Sejujurnya gw itu orang yang cenderung cuek dan sangat – sangat tidak memperhatikan keadaan lingkungan sosial sekitar pada umumnya.

Jadi kalau orang – orang mungkin bisa langsung memberikan 10+ contoh pengalaman mereka Bersama dengan koas patologis, gw pribadi cumin bisa memberikan 1 pengalaman yang paling berkesan.

Jadi ini sebuah cerita pas gw lagi blok kulit dan kelamin.

Block kulit dan kelamin itu harusnya adalah suatu block yang santai dan harusnya kurang lebih bebas dari segala kesulitan yang umum dijumpai saat koas.

Block ini tidak memiliki jaga malam, dan jam kerjanya pun sangat menyenangkan dimana kalian akan memiliki cukup banyak waktu luang (suatu hal yang jarang sekali dijumpai selama koas).

Jadi seharusnya ga mungkin ada masalah kan?

Well yes, but no.  

Karena yang nama “patologis” artinya sebaik apapun kondisinya, maka akan dapat dirusak olehnya.

Jadi begini.

Seperti tadi gw bilang, koas itu ada tugas yang namanya referat dan laporan kasus.

Kebetulan di stase kulit dan kelamin ini laporan kasus akan dikerjakan dalam bentuk tim. Tim tersebut dibagi secara acak dan pada umumnya terdiri dari ~3 orang.

Saat itu kelompok gw terdiri dari 2 orang lain.

Kita sebut saja 1 orang itu si “A” dan 1 nya lagi itu “Z”. and lets just say kalau si Z ini sudah cukup terkenal akan potensi buruknya.

Jadi..di dalam suatu tugas kelompok pasti wajarkan kalau ada suatu pembagian tugas?

Tentu gw dan A bahkan sudah mengantisipasi bahwa dalam pembagian tugas, kita harus memberikan sekecil mungkin porsi ke si Z.

Karena kita sudah tahu bahwa kalau seorang yang terkenal memiliki disposisi untuk patologis diberi tugas penting, itu sama aja dengan mencoba madamin api pake minyak tanah: alias cari mati.

Jadi oke, kita sudah memberikan dia porsi membuat makalah yang sangat sedikit.
Gw inget pas itu kasus kita adalah suatu skrofuloderma atau tuberculosis kulit.

Gw ingat kita hanya meminta dia untuk mengerjakan suatu sub-bab dari suatu sub-bab.

Mau kurang sedikit apalagi kan?

Sejauh ini semua berjalan lancer. Bagian kami masing – masing selesai sebelum kami maju.

Kesalahan gw dan A dimulai di hari terakhir.

Karena kami berdua cukup Lelah mengerjakan bagian kami yang cukup banyak, ditambah saat itu lagi cukup apes sehingga kami pulang agak malam. Jadilah kami minta ke si Z untuk bantu buat power point agar kami bisa presentasi.

Saat itu si Z sudah oke dan mengatakan oke dia buat.

Percaya dengan seorang yang sudah terkenal koas patologis adalah salah satu kesalahan terbesar yang gw lakuin selama koas.

Masih belum kebayang cara mengenali koas pato atau apa itu koas pato?

Gini.

Kalau kalian kerja kelompok, dimana kalian jatuh bangun Bersama. Dan kalian sudah diberikan bagian yang paling sedikit. Di saat temen kalian bilang:

“tolong buatin pptnya sekalian ya, g perlu gimana2 cuman copas aja kok yang bagian kami, soalnya kami udh cape juga. Ga usah bagus gpp”

Dan lu udah setuju, ya paling gak harusnya pptnya udah ada dong isi 1 makalah? Paling gk copas textnya?

Ternyata besoknya, sekitar 1 jam sebelum maju pas gw dan A mau liat lagi pptnya buat sekalian Latihan… si Z ini dengan hebatnya cuman bikin bagian dia aja.

Yes ppt itu cuman berisi 1 sub bagian dari suatu sub bab. Dan dia kemarin bilang bahwa pptnya udah beres.

Mantab.

Yah tapi in the end dengan kekuatan kepepet gw dan A bisa bikin ppt bagian kita sebelum dokter spesialis yang menguji datang sih.

Tapi itu merupakan salah satu moment paling WTF dan terbirit – birit yang pernah gw alamin selama koas.

Ga parah – parah banget sih ya kalau ditinjau lagi. Dan pada akhirnya juga g menjadi masalah.

Tapi ini jadi sedikit gambaran aja gimana suatu koas yang patologis dapat menjadi ancaman untuk kelangsungan hidup perkoasan kalian.

Mungkin cerita ini juga jadi kurang representative untuk menggambarkan koas patologis dan akibatnya yak karena ga parah – parah banget…

Maafkan, tapi memang hidup gw pribadi jarang berurusan dengan manusia – manusia yang merusak. 😊

Mungkin Gilbert bisa lebih menceritakan pengalaman dia dengan koas patologis yang lebih merugikan.

1 comment

  1. Adhi

    Mungkin salah lo juga, lo udah menjabarkan ga tugas yang lo kasih ke dia dengan benar. Itulah pentingnya komunikasi efektif. Jabarkan dan konfirmasi tugas lho dengan jelas, sampai dia paham yang dimaksud “bikin ppt”-nya itu ppt semuanya, bukan bagian dia aja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDBahasa Indonesia